Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/XXXII/07 - 13 Juli 2003
   
Peristiwa

Wartawan 'RCTI' di Sarang GAM

MUSIBAH kadang datang tumpang-tindih. Itulah yang menimpa Ersa Siregar. Ketika ibunya meninggal di Medan, wartawan RCTI berusia 53 tahun ini tak bisa menjenguk dan mengantarnya ke pemakaman. Bersama kamerawan Ferry Santoro dan sopirnya, Rachmansyah, ia tengah ditahan pasukan Gerakan Aceh Merdeka di wilayah Peurlak, Aceh Timur.

Saat lagi melintas dari Langsa menuju Lhokseumawe, Minggu 29 Juni, mobil tumpangan Ersa dan rekan-rekannya dihadang GAM. Rupanya, GAM mencurigai kesertaan dua penumpang perempuan, Syafrida, istri perwira TNI Letkol Ashari, dan adiknya, Soraya.

GAM kini tengah memeriksa keduanya. Untung, mereka menerima perlakuan baik. "Saya sudah berhasil menghubungi Ersa dan kawan-kawan. Mereka sehat dan selamat," kata Imam Wahyudi, Wakil Pemimpin Redaksi RCTI. Soal kapan Ersa bisa dibebaskan, Imam berkata, "Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan solusi yang baik."

Di RCTI, Ersa sebenarnya koordinator liputan Jakarta. Tapi, karena kerap meliput di Aceh dan mengenal banyak petinggi militer GAM, ayah tiga anak itu memutuskan terjun sendiri begitu operasi pemulihan keamanan digelar di sana. Adalah orang GAM sendiri yang mengabarkan kepadanya ihwal meninggalnya sang bunda, setelah menerima kabar itu dari RCTI Jakarta.

Tomi Lebang, Fadilasari (Lampung), Muannas (Makassar), Cahyo Junaedi (Aceh), Multazam (TNR)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data