Sub-Atom Baru dari Jepang |
TEORI atom Sir Isaac Newton kini benar-benar kedaluwarsa. Pekan lalu, Takashi Nakano, pakar fisika nuklir dari Universitas Osaka, Jepang, menemukan sebuah sub-atom baru. Sub-atom yang belum diberi nama itu didapatkan dengan cara "menembak" atom karbon (C14) dengan sinar gamma. Hasilnya, ditemukan sebuah sub-atom yang memiliki berat sekitar 3,756 mega-elektron volt (MEV).
Bisa jadi temuan baru itu melengkapi hasil riset tim dari universitas Italia. Dua bulan lalu, Marcello Giorgi, pakar fisika nuklir Universitas Pisa, mengumumkan penemuan sub-atom baru yang disebut sebagai "Ds (2317)". Massa sub-atom baru yang selalu mengitari inti atom itu beratnya 2,317 MEV. "Ini hasil kerja selama tiga tahun," ujar Giorgi, yang menggunakan atom besi (Fe) dalam uji cobanya.
Temuan sub-atom baru itu bisa jadi akan mengubah paradigma dasar tentang atom. Selama ini, teori atom menyebutkan bahwa atom terdiri atas proton, neutron, dan elektron. Inti atom, bagian terpadat yang statis, disusun oleh proton (yang bermuatan positif) dan neutron (yang bersifat netral). Sedangkan elektron (yang bermuatan negatif) bergerak mengelilingi inti atom pada tiap lintasannya. Secara geometris, komposisi itu sangat menyerupai sistem tata surya pada jagat makrokosmos.
|