Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/XXXII/07 - 13 Juli 2003
   
Film

Bidadari-Bidadari Campursari

Bidadari cantik milik Charlie itu muncul lagi. Masih dengan resep lama: segar dan menghibur. Hanya, kali ini lebih eksploitatif.

CHARLIE’S ANGELS: FULL THROTTLE
Pemain :Cameron Diaz, Drew Barrymore, Lucy Liu, Demi Moore
Sutradara :Mc G
Skenario :John August, Cormac Wibberley, dan Marianne Wibberley
Produksi :Columbia Pictures


Tiga perempuan cantik itu datang, bergoyang, menyerang, dan menang! Ada perubahan, meski sedikit. Semuanya tetap genit, bersinar-sinar, seksi, dan jago berkelahi. Mereka datang kembali untuk sebuah petualangan yang penuh dengan kesenangan. Kali ini Charles Townsend, yang sampai kapan pun akan tetap misterius karena muncul cuma lewat kotak speaker, memberi tugas yang tidak mudah: menyelamatkan data-data yang tersimpan dalam cincin beberapa orang penting. Kalau data itu jatuh ke tangan penjahat, semua rahasia penting akan segera terkuak.

Namun, apa sih yang sulit buat trio bidadari itu? Film ini dibuka dengan sebuah adegan keriuhan para pria di sebuah tempat di Mongol. Di sanalah salah satu pemilik cincin wasiat—yang menyimpan data-data penting itu—tengah disekap. Mereka pun datang dengan penuh pesona. Dylan (Drew Barrymore) menyamar jadi pelayan, Nathalie (Cameron Diaz) sengaja ke sana untuk bermain rodeo mesin, sedangkan Alex (Lucy Liu) membebaskan orang itu. Segala upaya mereka kerahkan, dan sudah bisa ditebak hasilnya, orang penting itu bisa dibebaskan. Cincin pun diselamatkan.

Dari adegan ini saja, arah film ini sudah bisa ditebak. Sutradara Joseph McGinty Nichol alias Mc G, bekas sutradara iklan dan klip video, kembali meramu para gadis cantik itu dalam sebuah perjalanan berbahaya tapi tetap mengasyikkan. Bukan saja buat mereka, tapi juga untuk mata yang menonton.

Charlie's Angels: Full Throttle seperti es teler: legit dan penuh campuran dari berbagai rasa. Banyak adegan dalam film diambil dari berbagai film yang pernah muncul, di antaranya Cape Fear dan Matrix. Adegan pembukaannya mirip seperti salah satu adegan film Raiders of the Lost Ark.

Semua dicampur-campur. Garapan yang tak jauh berbeda dengan saat Mc G membuat Charlie's Angels tiga tahun silam, termasuk memasukkan lagu-lagu dan cuplikan dari berbagai film yang sempat meledak pada dekade 1970 hingga 1990, dan trio bidadari yang berajojing mengikuti penyanyi rap yang kini sudah almarhum—Mc Hammer, lewat hits U Can't Touch This.

Kalaupun ada perubahan, itu adalah tampilnya beberapa sosok baru, yakni Bernie Mac—berkulit hitam, yang menggantikan Bill Murray memerankan tokoh Bosley. Mac berseloroh, dia adalah adik Bosley dari lain ibu. Namun, yang istimewa adalah kehadiran Madison Lee, yang diperankan Demi Moore yang masih cantik dan sintal nan kencang di usianya yang kepala empat itu.

Ini sungguh kejutan. Sebabnya, sejak enam tahun lalu Moore absen dari kegiatan berakting di depan kamera. Kemunculannya kali ini menjadi obat rindu buat penggemarnya. Bukan semata sosok Moore yang menarik. Dikisahkan, Madison adalah salah satu alumni dari Bidadari Charlie terdahulu yang kemudian berbalik menjadi penjahat. Kemampuannya luar biasa, dia menguasai pistol dan juga trik-trik yang dimiliki para angels itu.

Alumni Angels bukan cuma dia, tapi juga Kelly Garreth, tokoh yang muncul dalam serial di televisi pada 1970-an, yang diperankan oleh tokoh aslinya, yakni Jaclyn Smith. Dia hadir secara imajinatif saat Dylan frustrasi akibat munculnya kembali kekasih lamanya yang mengancam hidupnya. Ini sebuah pertanda bagi penonton bahwa para bidadari ini tidak selamanya akan menjadi anggota Charlie's Angels. Itu pula sebabnya digambarkan bahwa, suatu saat nanti, para anggota akan ada yang menikah atau menanjak tua sehingga posisi mereka digantikan oleh yang lebih muda, sintal, dan gesit. Ini juga pertanda, film ini akan melanjutkan sekuel seterusnya jika dolar yang diraup semakin menggunung. Film pertama mereka berhasil meraup duit hingga US$ 125 juta.

Belum cukup dengan penampilan Demi Moore, Mc G merasa harus menampilkan Bruce Willis dan Pink, yang muncul sekelebat. Belum cukup pula meminta para aktris mengenakan kostum minim, di beberapa adegan ketiga bidadari harus tampil bugil. Bukan cuma mereka harus tampil sebagai penari striptease, mereka bahkan harus mendadak muncul dari sebuah tembok keramik dalam keadaan telanjang bulat. (Apa alasannya? Enggak jelas!)

Yang lebih menyedihkan lagi, Mc G tampaknya tak punya kreativitas yang orisinal dalam adegan perkelahian para cewek itu—padahal ini seharusnya menjadi modal utama film ini. Bukan cuma mencontek adegan laga Matrix, bahkan Demi Moore yang melayang dari atap gedung pun persis betul dengan adegan akhir Zhang Ziyi yang melayang di atas danau dalam film Crouching Tiger, Hidden Dragon.

Irfan Budiman


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data