Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/XXXII/07 - 13 Juli 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Utara dan Bintang Biru

Nama besar Texmaco dan Chandra Asri tampaknya tidak menjanjikan recovery rate yang lumayan tinggi. Bahkan ada yang memperkirakan tingkat pengembalian itu hanya 10 persen. Terlepas dari target recovery rate tersebut, BPPN akan jalan terus dengan agendanya. Senin pekan lalu, BPPN mengumumkan nama Konsorsium Utara Capital Limited dan National China Bluestar sebagai calon investor yang berhak memperebutkan Texmaco dalam babak berikutnya. Adapun calon investor bagi Chandra Asri adalah Glazers & Putnam Investment Ltd. serta Chinkara Capital. Berikut ini profil para calon investor tersebut.

Konsorsium Utara

Sebagai investor yang menawar Texmaco, sulit bagi Konsorsium Utara untuk menghindar dari sorotan wartawan. Perhatian terhadap Utara kian besar setelah tersibak kehadiran Mirzan Mahathir dalam konsorsium ini. Mirzan adalah anak sulung Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Di negerinya dia termasuk pengusaha terkemuka, khususnya di bidang perkapalan. Kepiawaian Mirzan mulai diakui saat ia menangani Konsortium Perkapalan Berhad.

Majalah Asiaweek pernah mengutip komentar para analis yang terkesan dengan kemampuan Mirzan. Di tangannya, usaha perkapalan yang kerap dijauhi para investor itu naik pamor menjadi sebuah perusahaan dengan nilai kapitalisasi US$ 1 miliar. Itu terjadi pada Januari 1996. Setelah sukses meraup dana dari pasar modal, Perkapalan Berhad kemudian mengakuisisi Pacific Basin Bulk Shipping, yang berbasis di Hong Kong.

Sebagai anak orang pertama di negeri jiran itu, Mirzan, lulusan Wharton School of Economics, turut terciprat gelombang pasang-surut popularitas ayahnya. Ketika Mahathir Mohamad berkonfrontasi dengan Anwar Ibrahim, bisnis Mirzan kencang dipertanyakan oleh lawan politik sang ayah. Majalah Time memang pernah memberitakan bahwa pemerintah Malaysia telah menyuntikkan dana untuk menyelamatkan perusahaan Mirzan.

Lantas apa peran Mirzan dalam Konsorsium Utara? Menurut Mohammad Syahrial, Deputi Ketua BPPN, Mirzan adalah pemimpinnya. Hanya, "Ia tidak sendirian karena nilai transaksi Texmaco ini sangat besar," ujar Syahrial. Lalu diungkapkannya beberapa kelebihan konsorsium ini, di antaranya cukup menguasai seluk-beluk industri tekstil, pendanaannya kuat, dan rencana bisnisnya juga bagus. Pendek kata, Utara memenuhi persyaratan yang diminta BPPN. Namun, soal menang atau tidak, "Itu bergantung pada harga yang dimasukkan Utara," begitu Syahrial menegaskan.

Bintang Biru

Pesaing Utara adalah National China Bluestar Corporation. Perusahaan yang bermarkas di Beijing ini berstatus perusahaan negara. Dengan nilai aset lebih dari 10 miliar yuan serta 50 ribu karyawan, Bluestar adalah konglomerasi yang merambah berbagai industri, termasuk tekstil. Lingkup operasi Bluestar juga tidak terbatas di negerinya saja.

Seorang sumber TEMPO menyatakan bahwa si "Bintang Biru" menoleh ke Texmaco karena di antara kedua perusahaan itu telah terjalin hubungan bisnis. Namun informasi ini dibantah oleh Tunaryo, corporate secretary PT Polysindo Eka Perkasa, yang terafiliasi dengan Texmaco. "Saya tidak tahu perusahaan itu," ujar Tunaryo, menghindar, "Kami tidak memiliki hubungan bisnis dengan mereka."

Chinkara Capital

Semua penawar Chandra Asri terdiri atas perusahaan bidang keuangan. Salah satunya Chinkara Capital, yang juga sudah lama merambah ke Indonesia. Sekarang Chinkara menguasai sebagian saham Bank CIC. David Bennett, yang mewakili Chinkara dalam rencana pembelian Chandra Asri, memastikan minat perusahaannya untuk mengambil alih Chandra Asri. Pesaingnya adalah Glazers & Putnam Investment, yang menurut BPPN merupakan perusahaan kongsi Taiwan dan Thailand.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data