Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 18/XXXII/29 Juni - 05 Juli 2003
   
Daftar berita Selingan
Sayup-sayup Suara Tayub

Memamerkan lenggak-lenggok penari ayu, dulu tayub pernah berjaya di telatah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sambil mabuk, para lelaki selalu berebut jadi pengibing, menari bersama si ledek. Begitu ketiban sampur, mereka dengan murah hati merogoh duit buat penari. Segala hajatan, dari sunatan, penikahan, sampai sedekah bumi, selalu diramaikan dengan tayub. Kini? Kesenian ini mulai mati di banyak daerah. Hanya sesekali suaranya terdengar sayup-sayup dari kampung terpencil. Di Blora dan Pati, masih banyak penggemar tayub, tapi para ledek-nya mesti pintar pula melantunkan lagu campur sari dan dangdut.


 

Dari Sakral Menjadi Banal
Awalnya, tayub bernilai sakral. Lalu mengapa menjadi "tari gembira seraya mereguk ciu?"

 

Di Pati Tayub Tak Mati
Menanggap tayub lebih asyik ketimbang menanggap dangdut dan layar tancap. Meski banyak aturan baru, tetap tak kalah hot.  
Tumi, Kembang Masa Kini
 
Tak Sekadar Goyang
Ledek tak hanya menggoda lewat goyangan pinggulnya. Ledek juga dianggap sebagai media komunikasi dengan Sang Pencipta.  
Jarum Jam Tak Jalan Mundur
 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data