|
KETUA Umum PP Muhammadiyah, Syafi'i Ma'arif, memprotes penangkapan dan pemeriksaan atas Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Nanggroe Aceh Darussalam, Imam Syuja', dua pekan lalu. "Saya akan melayangkan surat ke Mabes Polri," kata Ma'arif, Selasa pekan yang sama.
Polisi mencurigai ulama terpandang yang wakil sipil dalam penandatanganan Perjanjian Damai RI-GAM di Jenewa, 9 Desember 2002, itu terkait erat dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Sang Mediator beberapa kali memfasilitasi forum damai RI-GAM. "Saya heran dengan pemeriksaan itu," kata Syafi'i.
Polisi membantah menahan Syuja', 52 tahun, karena dugaan keterkaitannya dengan GAM, tapi hanya memeriksa Syuja' dan kemudian melepasnya. "Beliau hanya diperiksa, setelah itu kita pulangkan," ujar juru bicara Polda, AKBP Sayed Hoesaini, Senin pekan lalu. Pemeriksaan itu, katanya, hanya proses permintaan keterangan karena Syuja' disebut-sebut dekat dengan GAM.
Wakil Presiden Hamzah Haz mengharapkan Syafi'i tidak terlalu emosional menanggapi pemeriksaan itu lalu meminta pemerintah menghentikan operasi pemulihan keamanan di Aceh. "Pak Ma'arif dapat minta penjelasan dari Kapolri, (tapi) jangan emosional," katanya.
Tomi Lebang, Abdul Manan, Imron Rosyid, Syaiful Amin (Purbalingga), Adi Mawardi (Surabaya)
|