Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 18/XXXII/29 Juni - 05 Juli 2003
   
Laporan Utama

Sofyan Basir: "Tak Ada Kontrak dengan Bulog"

BULOG dan Bukopin laksana batang pohon dengan dahannya. Tiap kali Bulog berguncang, Bukopin turut bergoyang. Tatkala meletus Buloggate II, bank ini terbawa-bawa karena melalui brankasnyalah cek-cek Bulog dicairkan. Sekarang, lagi-lagi Bukopin ikut "kecipratan lumpur" gara-gara Bulog, yang merupakan lembaga penyangga pangan, ikut-ikutan terjun dalam proyek pembelian Sukhoi.

Banyak yang cemas, langkah Bukopin menggelontorkan dana talangan sebesar US$ 26 juta untuk uang muka pesawat bikinan Rusia itu akan membuatnya menerabas batas maksimum pemberian kredit dan menggerogoti kesehatannya. Namun, Direktur Utama Bank Bukopin, Sofyan Basir, menampik kekhawatiran itu. Kepada Febrina Siahaan dari TEMPO, ia menyatakan hakulyakin banknya aman-aman saja. Berikut petikannya.

Bagaimana sebenarnya isi kontrak Bukopin dengan Bulog?


Kami sebetulnya tidak ada kontrak dengan Bulog. Ini kaitannya dengan debitor…, pemasok komoditas. Awalnya adalah rencana menukar Sukhoi dengan komoditas nasional kita. Untuk uang muka pembelian Sukhoi, pemerintah harus membayar US$ 26 juta. Bukopin lalu memberi Bulog US$ 26 juta.


Setelah itu?


Tahap berikutnya, Bukopin menyediakan dana sebagai sumber pembiayaan bagi pengusaha yang akan mengimpor komoditas. Besarnya US$ 1,9 juta. Ada 30 komoditas yang akan dipasok ke Bulog. Selanjutnya, oleh Bulog, komoditas itu dikirim ke Rusia. Untuk membayar komoditas itu pemerintah akan mengambil dana dari APBN. Jadi, alurnya adalah dari APBN ke Bulog, lalu ke pemasok, dan selanjutnya pemasok yang membayar ke Bukopin.


Berapa pemasok yang dibiayai?


Banyak. Untuk kelapa sawit, misalnya, ada tujuh produk turunannya. Tidak mungkin itu semua datang dari satu pemasok. Bisa sampai empat pemasok. Begitu juga garmen. Ada yang bentuknya batik, pakaian wanita, pakaian anak, dan lain-lain. Bisa jadi ada lima pemasok untuk komoditas garmen saja.


Yang US$ 26 juta sifatnya dana talangan?


Bukan. Lebih tepatnya bridging yang dipinjam dari Bulog. Sebentar juga akan dilunasi.


Kapan dana dari anggaran negara cair?


Tidak tahu, ya. Yang pinjam kan Bulog. Mungkin enam bulan atau setahun.


Diambil dari anggaran negara tahun 2003 atau 2004?


Wah, tidak tahu saya. Soalnya yang membayar ke kami bukan pemerintah, melainkan Bulog. Nanti Bulog yang berhubungan dengan pemerintah.


Dalam perjanjian, apakah disebut-sebut dana dari Bukopin akan digunakan untuk membeli Sukhoi?


Enggak ada. Makanya saya aneh, kok orang bilang Bukopin membeli Sukhoi.


Menurut Anda, tak ada yang salah dana Bukopin dikucurkan untuk membeli pesawat tempur?


Mekanismenya memang begitu. Misalnya Anda pinjam duit US$ 10 miliar, jaminan ada, proyek ada, semua ada. Saya akan kasih pinjaman. Itu transaksi normal di bank.


Apa jaminan dari Bulog?


Dana Bulog. Jumlahnya persis sama, US$ 26 juta. Duit itu sudah saya pegang, tinggal eksekusi saja. Total kredit Bukopin itu Rp 11 triliunan. Ini hanya dua persennya. Kredit untuk kelapa sawit dari Bukopin itu Rp 800 miliar. Ini tidak ada apa-apanya.


Berapa tingkat bunga yang Anda kenakan ke Bulog?


Rate pinjaman wajar saja, 15-16 persen. Ini pertama kali Bukopin masuk ke imbal beli. Kalau ada kesempatan lain, akan saya kejar. Sungguh.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data