|
PERKARA tak kunjung usai, Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Alwi Shihab memilih berganti nama menjadi Partai Kebangkitan Nasional (PKN). Maka nama PKB kini sepenuhnya milik Matori Abdul Djalil. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKN A.S. Hikam, pergantian ini untuk menghindari masalah teknis yang mungkin terjadi apabila kasus sengketa di tubuh partai berbasis Nahdlatul Ulama itu tidak selesai hingga batas waktu pendaftaran pemilu di Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, 31 Agustus mendatang. "Ini kan sengketa politis. Bisa saja hal tak terduga terjadi," katanya.
Perselisihan di tubuh PKB dimulai dua tahun lalu ketika Fraksi PKB di DPR mendukung dekrit Presiden Abdurrahman Wahid dengan mogok dari Senayan. Namun Matori, yang saat itu masih menjadi Ketua Dewan Tanfidz PKB, dan Sekjen Abdul Khalik Ahmad tetap mengikuti Sidang Istimewa MPR yang menurunkan Abdurrahman. Matori dan Khalik kemudian dipecat partai ini. Sejak saat itu, PKB terbagi dua: PKB (Jalan) Batutulis pimpinan Matori dan PKB Kuningan dengan ketua umum baru Alwi Shihab.
Matori sendiri rupanya tetap tak terima dengan pemecatannya. Ia menggugat Ketua Umum Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid dan Ketua Umum PKB Alwi Shihab atas pemberhentian dirinya itu melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan Matori yang sampai di tingkat kasasi ini akhirnya ditolak Mahkamah Agung. Tapi, sebelumnya, ia sudah mengajukan gugatan lain terhadap PKB Kuningan.
Tomi Lebang, Deddy Sinaga (Tempo News Room), Kukuh S. Wibowo (Surabaya), Mahbub Djunaidy (Lumajang), Fadilasari (Lampung)
|