Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 17/XXXII/23 - 29 Juni 2003
   
Kriminalitas

Dua Cara Menggangsir Harta

HANYA berselang dua hari dari pencurian di Pondok Indah, pada Jumat pekan lalu rumah artis Connie Constantia juga ketahuan dibobol maling. Sebuah kotak berisi emas dan berlian yang nilainya sekitar Rp 500 juta raib. Pencurian di rumah yang terletak di Kompleks Vila Cinere, Ciputat, Tangerang, ini baru diketahui saat salah seorang pembantunya yang bernama Supin hendak membersihkan kamar. "Ketika saya masuk, kondisi kamar itu acak-acakan," tutur Supin. Dua buah lemarinya dibongkar pencuri. Dan kotak perhiasan yang disimpan di salah satu lemari itu tidak ada lagi.

Cara kerja maling tersebut mirip yang terjadi di rumah Dina Risyad di Pondok Indah, Jakarta. Ia diduga naik ke teras, lalu membuka genting dan menjebol eternit. Kasus yang ditangani oleh Kepolisian Sektor Ciputat ini pun penuh keganjilan. Kendati Connie sedang berada di luar negeri, rumah ini sebetulnya dihuni oleh tiga orang pembantu, termasuk Supin. Dan pada malam hari sedikitnya 11 orang satpam menjaga kompleks tersebut.

Andaikata pencurian di rumah Connie dan Dina tak terkuak, akan bertambah panjang daftar kasus kemalingan yang masih gelap. Kebetulan, dalam sebulan terakhir, para maling amat getol membobol rumah orang kaya di Jakarta. Caranya tak mesti dengan menjebol plafon. Yang terjadi di rumah bekas Menteri Agama Quraish Shihab di Jakarta Selatan, dua pekan lalu, si pencuri masuk dengan leluasa setelah mencopot engsel pintu pagar. Lalu, cukup dengan mencongkel daun jendela, ia bisa masuk rumah. Akhirnya mobil Camry dan sebuah laptop bisa digondol. Padahal saat itu rumah Quraish dihuni orang.

Modus mencongkel pintu juga dipakai untuk membobol rumah Peni Suparto, anggota DPR dari Fraksi PDIP. Dari rumah Peni yang kosong di Kompleks MPR/DPR Kalibata, Jakarta Selatan, itu si pencuri berhasil membawa sedan Cielo, barang-barang elektronik, dan perhiasan.

Lebih cerdik lagi pencuri yang menyatroni rumah Anthony Frank Wittemang, warga Belanda, di Jalan Legoso, Ciputat, Tangerang, beberapa waktu lalu. Ia bisa membobol isi rumah lewat jalan keluar-masuk kucing peliharaan keluarga Frank.

Menurut kriminolog Adrianus Meilala, modus "break in", menguras rumah orang tanpa menyentuh penghuninya, termasuk paling digemari penjahat. Pilihan lain yang lebih gampang adalah pembobolan, menggasak isi rumah saat ditinggal penghuninya. Bagi pencuri, kedua modus ini memang lebih kecil risikonya ketimbang cara yang lebih kasar seperti perampokan.

Maraknya kasus pencurian, menurut Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Abdur Rachman, bukan menunjukkan kepolisian lengah. Soalnya, pencuri pasti sudah mempelajari cara kerja patroli polisi. Untuk menghindari kecurian, tiada jalan selain memperkuat pengamanan rumah. Selain itu, katanya kepada pers, jangan sampai orang meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong tanpa penjaga. "Karena ini paling gampang dibobol orang," ujar Abdur Rachman.

Endri Kurniawati, Ardi Bramantyo, dan Tempo News Room


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data