|
SAYA tidak menolak atau anti-RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) karena saya bukan politikus. Hanya, saya melihat keanehan konsepnya, terutama seputar pendidikan agama. Bukankah pendidikan agama menjadi wilayah Departemen Agama, bukan Departemen Pendidikan Nasional?
Lalu bagaimana pula peran wadah guru (PGRI) dan mau diapakan para guru ini? Selama ini, guru tidak pernah dijamah dalam konteks pemberdayaan dan peningkatan mutu profesionalisme mereka, apalagi kesejahteraan mereka. Saya memberi contoh, betapa guru agama (terutama Islam) sebenarnya lebih bergengsi ketimbang guru non-agama.
Sayangnya, TEMPO belum menampilkan semua pihak yang berkeberatan dengan diundangkannya RUU tersebut, misalnya dari PGRI dan para LSM pendidikan. Selama ini, keberatan datang dari pihak Kristen atau Katolik.
A.S. DEWANA
Sanggar Humoris Akhir Zaman
Gang Ceplik 23, RT 001/05
Depok, Jawa Barat 16431
|