Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 16/XXXII/16 - 22 Juni 2003
   
Surat

RUU Sisdiknas

SAYA tidak menolak atau anti-RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) karena saya bukan politikus. Hanya, saya melihat keanehan konsepnya, terutama seputar pendidikan agama. Bukankah pendidikan agama menjadi wilayah Departemen Agama, bukan Departemen Pendidikan Nasional?

Lalu bagaimana pula peran wadah guru (PGRI) dan mau diapakan para guru ini? Selama ini, guru tidak pernah dijamah dalam konteks pemberdayaan dan peningkatan mutu profesionalisme mereka, apalagi kesejahteraan mereka. Saya memberi contoh, betapa guru agama (terutama Islam) sebenarnya lebih bergengsi ketimbang guru non-agama.

Sayangnya, TEMPO belum menampilkan semua pihak yang berkeberatan dengan diundangkannya RUU tersebut, misalnya dari PGRI dan para LSM pendidikan. Selama ini, keberatan datang dari pihak Kristen atau Katolik.

A.S. DEWANA

Sanggar Humoris Akhir Zaman

Gang Ceplik 23, RT 001/05

Depok, Jawa Barat 16431


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data