Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 16/XXXII/16 - 22 Juni 2003
   
Daftar berita Layar
Layar Masa Lalu yang Retak
Kerusakan dan penemuan baru seolah silih ganti bermunculan dalam dunia purbakala Indonesia. Untuk memperingati Hari Purbakala Nasional yang jatuh pada 14 Juni kemarin, Majalah TEMPO merefleksikan masalah itu. Ulasan dilengkapi dengan tulisan bagaimana seniman kontemporer Indonesia menjadikan candi sebagai sumber kreatif mereka.

Dua arca kembar Dwarapala itu duduk gagah membawa gada. Raksasa setinggi hampir 4 meter berbobot 20 ton itu seolah masih setia menjaga Candi Singosari di Jawa Timur—meski arca-arca terbaik candi itu, seperti Durga Mahesasuramardini, belum dikembalikan dari Leiden, Negeri Belanda (lihat: Durga di Tangan 'Meneer'). Tak ada pengunjung sama sekali sore itu. Juru kunci Sugiono tampak tidur di bawah rindang pohon maja. Ayam-ayam berkeliaran, membuang tahi di dekatnya.

Nun jauh ratusan kilometer dari situ, suasana merana juga terasa di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Tubuh candi penuh coret-coret graffiti. Lokasi candi menjadi tempat menggembala kambing. Seorang turis Belanda sore itu kesal melihat panorama ranggas dan kumuhnya situs.


 

Durga di Tangan 'Meneer'
 
Demi Wisata, Wangsit, dan Klenik
Banyak candi salah pugar karena dikalahkan berbagai kepentingan.  
Wiwik di Kubur Batu
Hanya sedikit menhir, dolmen, dan kubur batu yang terurus. Kerap ditemui, peninggalan megalitik ini dicorat-coret tangan jail.  
Heruka, yang Menari Tantrik di Atas Mayat
Temuan arkeologis tentang Tantrayana di Sumatera Arca Durga Mahishasuramardini masih ditelusuri hingga kini. TEMPO mengikuti penggaliannya di situs Tanjung Medang, Sumatera Barat.  
Mengejar Kepingan Dunia Lampau
Perlu puluhan tahun untuk menggali kompleks candi Batujaya, Rengasdengklok. Situs penting yang mengabarkan kehidupan di zaman Tarumanegara.  
Menyerap 'Energi' Candi
Candi menjadi sumber para seniman modern kita mencari pengalaman ruang yang berbeda.  

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data