Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 16/XXXII/16 - 22 Juni 2003
   
Ilmu dan Teknologi

Menaklukkan Kebakaran

Menurut citra satelit NOAA 12, sekitar 60 persen kebakaran terjadi di lahan dan 40 persen sisanya di areal hutan. Ini mengindikasikan bahwa kebakaran bermula dari aktivitas manusia yang membuka lahan pertanian dengan membakar. Departemen Kehutanan mengantisipasi bencana kebakaran dengan membentuk Brigade Manggala Agni, yakni regu pemadam kebakaran yang terdiri atas polisi hutan jagawana dan masyarakat lokal yang dilatih. Kini terdapat lima brigade ini di provinsi yang paling rawan bencana kebakaran: Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Jumlah anggota brigade ini 1.080 orang, 20 persennya dari polisi hutan dan selebihnya warga sekitar.

Serangan Darat

Brigade Manggala Agni dilengkapi peralatan pemadam kebakaran, seperti tangki dan kendaraannya, selang penyemprot, dan perlengkapan pribadi. Satu regu terdiri atas 15 orang yang dipimpin seorang kepala.

  • Helm pelindung: tutup kepala yang juga dilengkapi kaca mata pelindung.

  • Baju api: pakaian pemadam kebakaran ini terbuat dari bahan tekstil anti-api. Warnanya mencolok agar terlihat di balik kepulan asap.

  • Penggaruk: alat kombinasi antara cangkul dan cakar untuk membongkar bahan bakar.

  • Sepatu bot: sepatu khusus dari kulit yang melindungi kaki dan pergelangan kaki.

  • Tas punggung: berisi berbagai perlengkapan pribadi.

  • Alat penyiram: jika api telah terlalu dekat dengan permukiman, alat penyiram air diguna-kan. Prioritas dalam pemadaman kebakaran adalah menyelamatkan nyawa manusia.

  • Kapak Pulaski: alat kombinasi dari kapak dan cangkul ini diciptakan oleh Edward Pulaski, pemadam kebakaran legendaris AS yang berhasil menyelamatkan timnya dalam kebakaran besar di Northern Idaho pada 1910.

  • Suar: mirip suar jalan, dipakai menyalakan lidah api sewaktu pemadaman. Panas di ujungnya dapat mencapai 1.000 derajat Celsius.

  • Langkah awal pemadaman: membatasi ruang gerak lidah api. Membuat "hilaran" api atau parit sehingga api tidak meluas, baru setelah itu api dipadamkan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data