Dicari Wartawan Nasionalis |
Apakah Anda setuju pendapat sebagian pejabat TNI bahwa pemberitaan media massa Indonesia terlalu memihak GAM? (30 Mei-6 Juni 2003) | | Ya |  | | 56.4% | 797 | | Tidak |  | | 39.9% | 564 | | Tidak tahu |  | | 3.6% | 51 | | Total | 100% | 1.412 |
PEMBERITAAN media massa mengenai operasi terpadu rupanya membikin gerah TNI sebagai penguasa darurat militer di Nanggroe Aceh Darussalam. Meski TNI sudah ”melatih” sekitar 60 wartawan untuk meliput bersama-sama pasukan TNI, isi berita yang muncul tak memuaskan petingginya.
Menurut Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, media massa harus nasionalistis, yang artinya tak memberi kesempatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dalam pemberitaannya, atau jangan mengutip berita dari media asing, misalnya yang dilakukan Koran Tempo ketika mengutip AFP yang menyatakan TNI telah membunuh tujuh pemuda desa (yang mungkin tak bersalah).
Panglima TNI pada Kamis lalu bertemu dengan para pemimpin media massa untuk menjelaskan sikap TNI terhadap pemberitaan. Banyak media merasa apa yang dilakukan TNI adalah tekanan terhadap tugas-tugas jurnalistik wartawan dan sebagai usaha intervensi terhadap pemberitaan. Tapi pendapat para pengakses Tempo Interaktif berbeda. Sebagian besar menganggap pemberitaan itu terlalu memihak GAM, sehingga memberi angin kelompok bersenjata itu menjadi headline di berbagai media. Persis seperti yang dikatakan Panglima TNI, mereka berpendapat wartawan yang meliput operasi militer di Aceh harus nasionalistis.
Indikator Pekan Ini:
Pemerintah Daerah DKI Jakarta punya usulan rancangan peraturan daerah (perda) yang bisa dianggap maju. Gubernur Sutiyoso dan stafnya sedang menggodok perda larangan merokok di tempat umum dan angkutan umum. Di beberapa kota, seperti New York, Amerika Serikat, merokok bahkan sudah dilarang di beberapa bar, apalagi di tempat umum. Kalau benar Jakarta bisa meloloskan perda antimerokok, artinya Jakarta dan Sutiyoso termasuk yang termaju di dunia dalam soal melindungi warga kotanya dari bahaya nikotin dan turunannya. Apakah Anda termasuk yang setuju dengan usul itu? Atau sebaliknya, menganggap merokok merupakan hak yang harus diberi ruang di tempat umum? Silakan mengklik www.tempointeraktif.com untuk menyampaikan pendapat Anda.
Jajak pendapat ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pemakai internet yang berpartisipasi dalam jajak ini.
|
|