Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 15/XXXII/09 - 15 Juni 2003
   
Indikator

Dicari Wartawan Nasionalis


Apakah Anda setuju pendapat sebagian pejabat TNI bahwa pemberitaan media massa Indonesia terlalu memihak GAM?
(30 Mei-6 Juni 2003)
Ya
56.4%797
Tidak
39.9%564
Tidak tahu
3.6%51
Total100%1.412


PEMBERITAAN media massa mengenai operasi terpadu rupanya membikin gerah TNI sebagai penguasa darurat militer di Nanggroe Aceh Darussalam. Meski TNI sudah ”melatih” sekitar 60 wartawan untuk meliput bersama-sama pasukan TNI, isi berita yang muncul tak memuaskan petingginya.

Menurut Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, media massa harus nasionalistis, yang artinya tak memberi kesempatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dalam pemberitaannya, atau jangan mengutip berita dari media asing, misalnya yang dilakukan Koran Tempo ketika mengutip AFP yang menyatakan TNI telah membunuh tujuh pemuda desa (yang mungkin tak bersalah).

Panglima TNI pada Kamis lalu bertemu dengan para pemimpin media massa untuk menjelaskan sikap TNI terhadap pemberitaan. Banyak media merasa apa yang dilakukan TNI adalah tekanan terhadap tugas-tugas jurnalistik wartawan dan sebagai usaha intervensi terhadap pemberitaan. Tapi pendapat para pengakses Tempo Interaktif berbeda. Sebagian besar menganggap pemberitaan itu terlalu memihak GAM, sehingga memberi angin kelompok bersenjata itu menjadi headline di berbagai media. Persis seperti yang dikatakan Panglima TNI, mereka berpendapat wartawan yang meliput operasi militer di Aceh harus nasionalistis.





Indikator Pekan Ini:
Pemerintah Daerah DKI Jakarta punya usulan rancangan peraturan daerah (perda) yang bisa dianggap maju. Gubernur Sutiyoso dan stafnya sedang menggodok perda larangan merokok di tempat umum dan angkutan umum. Di beberapa kota, seperti New York, Amerika Serikat, merokok bahkan sudah dilarang di beberapa bar, apalagi di tempat umum. Kalau benar Jakarta bisa meloloskan perda antimerokok, artinya Jakarta dan Sutiyoso termasuk yang termaju di dunia dalam soal melindungi warga kotanya dari bahaya nikotin dan turunannya. Apakah Anda termasuk yang setuju dengan usul itu? Atau sebaliknya, menganggap merokok merupakan hak yang harus diberi ruang di tempat umum? Silakan mengklik www.tempointeraktif.com untuk menyampaikan pendapat Anda.

Jajak pendapat ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pemakai internet yang berpartisipasi dalam jajak ini.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data