Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Teknologi Informasi

Godaan Cakram Instan

Walt Disney akan merilis DVD yang kedaluwarsa dalam 48 jam. Dunia hiburan menyambut dingin.

LUIS Verdejo hampir tak percaya dengan berita yang dibacanya di layar komputer. Wacana soal membuat DVD (digital video disc) instan memang sudah didengarnya sejak tahun lalu, tapi ia tak menyangka hal itu segera jadi kenyataan. Pertengahan bulan lalu perusahaan hiburan Walt Disney Company mengumumkan rencana merilis DVD yang akan kedaluwarsa dalam kurun waktu 48 jam.

"Michael Eisner telah membawa Disney ke level yang paling rendah," demikian komentar Verdejo dalam sebuah diskusi online mengenai bos Disney itu. Menurut dia, cakram-cakram kedaluwarsa itu hanya akan berakibat buruk terhadap lingkungan. "Apakah para eksekutif Disney masih menganggap bumi ini masih kekurangan sampah abadi?"

Meski dihujani kritik, Eisner tak akan melangkah mundur. Buena Vista Home Entertainment, salah satu divisi Disney, mulai Agustus akan memasarkan cakram itu. Menurut Disney, rencana ini untuk memenuhi kebutuhan penggemar film mereka yang ingin mendapatkan DVD berkualitas tinggi—meski hanya bisa dinikmati dalam dua hari—dengan harga lebih murah dibanding DVD non-kedaluwarsa, yang seharga US$ 30 (hampir Rp 250 ribu) per kopi. Disney sendiri belum mengungkapkan berapa persisnya harga jual DVD itu.

Cakram itu akan dipasok ke pusat-pusat penyewaan (rental) video. Begitu tak dapat diputar lagi karena sudah kedaluwarsa, DVD yang disewa itu tak perlu dikembalikan. Penyewa juga tak perlu repot menghitung denda karena keterlambatan pengembalian, ataupun khawatir cakram tergores.

Disney sudah menjalin kerja sama dengan Flexplay Technologies Inc. dan tim riset dari General Electric Co. Flexplay, yang bermarkas di New York, memiliki teknologi pengamanan DVD—dinamakan EZ-D—yang hanya menayangkan film dalam kurun waktu 48 jam sejak cakram dimainkan di player. Cakram itu akan rusak dengan sendirinya sehingga tak lagi dapat dibaca oleh alat pemutar DVD, dan nasibnya akan berakhir di tong sampah.

DVD berteknologi EZ-D dan teknologi serupa yang juga dimiliki oleh SpectraDisc itu dapat diputar pada semua peranti pemutar yang menggunakan standar DVD.

Diperkenalkan pertama kali pada Maret 1997, DVD memiliki sejumlah keunggulan dibanding pendahulunya, compact disc (CD) dan video compact disc (VCD). DVD lebih tebal 1,2 milimeter dan kapasitas simpannya tujuh kali lebih besar. Untuk cakram satu lapis saja, kapasitasnya mencapai 4,7 gigabyte (GB). Piringan ini bahkan bisa ditingkatkan kapasitasnya dari hanya satu lapis (4,7 GB) menjadi satu lapis bolak-balik (9,4 GB). Atau, dua lapis pada satu sisi (8,5 GB) atau dua lapis bolak-balik (17 GB).

Teknologi EZ-D relatif sederhana, hanya berlapiskan bahan kimia khusus yang terdapat pada polimer baru bernama Lexan. Jika telah kedaluwarsa, cakram akan berubah warna menjadi ungu tua. Teknologi ini diklaim para pembuatnya tak bisa dibobol oleh para programmer yang ingin memperpanjang jam tayang. Sebab, mekanisme yang digunakan merupakan proses kimia belaka dan tak ada hubungannya dengan teknologi komputer.

Namun, cakram itu tentu bisa saja disalin sepanjang masa aktifnya. Risiko lain, jika kemasannya sobek dan masuk angin, cakram tersebut akan rusak sebelum digunakan.

Terobosan itu jelas akan mengancam seretnya pendapatan toko penyewaan video, terutama dari pos denda keterlambatan pengembalian. Sebagai contoh, menurut timesunion.com, Blockbuster meraup15 persen keuntungannya dari para penyewa yang pelupa ini. Namun, toko-toko rental ini masih bisa menghibur diri: mereka toh bisa ikut menjual DVD instan itu. Apalagi, baru Disney yang akan berjualan.

Seorang ahli menilai tak ada yang baru dengan teknologi DVD instan, kecuali dari sisi metodologinya. Sebab, menurut dia, selama beberapa tahun terakhir sebenarnya Hollywood dan khususnya Disney telah memproduksi DVD yang makin lama makin jelek mutunya. Beberapa di antaranya malah tak bisa diputar lagi setelah digunakan beberapa minggu. "Jadi, gagasan ini sekadar menjual teknologi yang mampu mempercepat kerusakan DVD," ujarnya di ScrappleFace.com.

Budi Putra


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data