Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Surat

Tahun Investasi Indonesia

SAYA ingin menanggapi langkah pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang mematok tahun 2003 ini sebagai Tahun Investasi Indonesia. Langkah ini bisa diamati lewat dua cara: pendekatan pesimistis dan pendekatan optimistis.

Yang pesimistis beranggapan bahwa tahun ini sulit bisa menggaet investasi karena ada beberapa faktor penghambat. Pertama, masalah kenaikan harga yang mendongkrak biaya produksi yang tinggi. Kedua, ketidakpastian jaminan keamanan menjelang Pemilu 2004. Lalu ketiga, persaingan yang berat dengan Cina, Vietnam, Thailand, dan negara-negara lain di Asia.

Argumentasi semacam itu telah dirilis oleh berbagai institusi internasional, termasuk Japan International Cooperation Agency (JICA), juga International Country Risk Guide (ICRG). Dari pemaparan mereka dan juga dari berbagai pemberitaan, akhirnya kita paham bahwa iklim investasi di Indonesia sangat tidak kompetitif. Padahal investasi merupakan hal yang sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Inilah persoalan penting yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah untuk dikerjakan, sekaligus didukung oleh kalangan dunia usaha dan masyarakat.

Karena itu, gagasan Kepala BKPM Theo Toemion tentang ”Indonesia Investment Year 2003” yang juga sudah dicanangkan oleh Presiden Megawati perlu didukung banyak pihak. Gagasan ini harus dilihat dengan pendekatan optimistis. Kalau orang yakin bahwa investasi bisa meningkat, apa pun situasi dan kondisinya, sejumlah hambatan tersebut bisa dikurangi. Menjadi tugas pemerintah dan juga politikus di DPR untuk membuat iklim yang kondusif, sehingga Indonesia dapat menjadi pilihan investasi yang baik bagi para investor asing.

RETNO AMBAR RIYANI, S.H.

Kelurahan Madura, Wanarejo, Cilacap, Jawa Tengah


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data