Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Peristiwa

Polisi Merampas Kamera Wartawan

POLISI benar-benar superketat mengawal Imam Samudra, tersangka pelaku bom Bali. Ketika sejumlah wartawan berusaha mengambil gambarnya di Bandara Ngurah Rai, Bali, Selasa pekan lalu, para polisi marah besar. Kamera milik juru kamera RCTI Syafrudin Siregar, dan punya wartawan Metro TV diambil paksa. Semua gambar yang menyangkut rombongan polisi dan tersangka dihapus. Imam dan sejumlah tersangka lainnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjadi saksi dalam kasus Abu Bakar Ba’asyir.

Sejumlah kalangan pers memprotes keras perlakuan itu. Sebab, tindakan tersebut jelas-jelas menghalangi kerja wartawan. Tapi menurut Gorries Mere, pemimpin polisi yang membawa Imam ke Jakarta, tindakan tersebut dilakukan karena wartawan mengambil gambar di daerah yang dilarang. Apalagi, kata Gorries, pihaknya sudah meneken kesepakatan dengan maskapai penerbangan yang selama ini mengangkut sejumlah tersangka aksi teror itu untuk dirahasiakan. ”Kalau di-shooting televisi kan jadi terbuka, dong, maskapai itu. Mereka bisa takut,” kata Gorries.

Kapolda Bali, Irjen Made Mangku Pastika, langsung meminta maaf atas perlakuan tidak menyenangkan dari pihaknya itu. Seperti Gorries, Made juga menyebutkan bahwa pelarangan tersebut sebetulnya demi kerja polisi. Para wartawan tampaknya memahaminya. ”Kami menganggap masalahnya sudah selesai,” kata Derek Manangka, Pemimpin Redaksi Seputar Indonesia di RCTI.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data