Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Luar Negeri

Darurat untuk Guru dan Dokter

SEKITAR 200 polisi antihuru-hara mati-matian berjuang menyingkirkan 500 guru sekolah yang bertahan di halaman depan gedung parlemen Peru di Ibu Kota Lima, Rabu pekan lalu. Polisi membubarkan kerumunan guru beberapa jam setelah Presiden Alejandro Toledo memberlakukan keadaan darurat selama 30 hari. Polisi juga melepaskan tembakan gas air mata ke tengah kerumunan 5.000 guru di Chiclayo, kota di utara Lima. "Negeri ini tidak boleh diruntuhkan. Demokrasi dengan peraturan dan tanpa otoritas bukanlah demokrasi," ujar Toledo.

Selama dua pekan terakhir, guru, dokter, dan perawat menggelar aksi mogok dan demonstrasi untuk menuntut kenaikan gaji. Guru menuntut kenaikan gaji dari US$ 60 (Rp 500 ribu) menjadi US$ 200 (Rp 1,6 juta). Selasa pekan lalu sekitar 35 ribu dokter dan perawat dari delapan rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan turun ke jalan. Belakangan, petani bergabung dan menutup jalan raya dengan batu dan membakar ban.

Peru termasuk negara Amerika Latin dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat. Tapi, Toledo menolak tuntutan guru, dokter, dan perawat karena hal itu harus seizin IMF. Pemerintah mengerahkan tentara dan polisi untuk membuka kembali sekolah yang ditinggalkan guru. Ini keadaan darurat kedua yang diberlakukan Toledo. Survei di awal bulan silam menunjukkan dukungan terhadap Toledo hanya tinggal 14 persen.

Raihul Fadjri (BBC, AP, Reuters, Manila Times)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data