|
Tertawalah di saat makan. Penelitian di University of Tsukuba, Jepang, menemukan: glukosa darah (gula) pada penderita diabetes tipe 2 tidak melonjak saat mereka makan sambil menonton pertunjukan komedi. Di saat tertawa, otot perut ikut bekerja, energi meningkat. Selain itu, tertawa juga mempengaruhi sistem saraf endokrin yang mengontrol tingkat glukosa darah.
Dr. Keiko Hayashi menyebut, timnya meneliti 19 penderita dan 5 orang non-diabetes. Mereka dites mendengarkan kuliah yang membosankan sambil makan. Besoknya mereka disuruh menonton komedi sambil mengudap makanan bersama 1.000 penonton lainnya. Mereka tertawa sepuasnya. Kini, setelah mendengarkan kuliah, tingkat glukosa mereka meningkat. Ini berbeda dengan menonton pertunjukan komedi.
Gula darah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi diabetes seperti jantung, ginjal, hingga kebutaan. Menurut Hayashi, penderita diabetes cenderung punya tingkat stres tinggi. Pada akhirnya, stres inilah yang dapat meningkatkan risiko kadar glukosa darah.
Penelitian-penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa tertawa dapat menyembuhkan banyak penyakit, di antaranya menurunkan tekanan darah dan melepas hormon endorfin. Tertawa juga memperbaiki stimulasi pengendalian emosi. Juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperkuat jantung. Maka, tertawalah, asal jangan tertawa seorang diri jika tidak ingin dianggap gila.
Endah W.S.
|