Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Kartun

Kartun Edisi No. 14/XXXII/02 Juni- 08 Juni 2003

Subuh Berdarah di Peusangan
”Kami orang miskin. Anak saya terpaksa kerja sebagai penjaga tambak untuk membiayai sekolahnya. Dia bukan GAM,” kata M. Nasir Abdurrahman, ayah Anas, 13 tahun, yang tewas tertembak.  
Aneka Versi Penembakan itu
 
Darurat Militer Sampai ke Jakarta
Perang ternyata tak hanya di Aceh. Di Jakarta, Gubernur Sutiyoso meminta aparat di bawahnya mengawasi gerak-gerik orang Aceh. Tangkap dulu, urusan belakangan.  
Tertimpa Getah Pertikaian
Darurat militer menuntut ”jurnalisme patriotik”. Sebuah radio di Aceh memilih tak menyiarkan berita sama sekali.  
Angkat Kaki Dulu, ’Meneer’
Pemerintah melarang LSM asing berada di Aceh. Pertimbangannya semata-mata alasan keamanan.  
Ketika Senapan GAM Memakan Tuan
GAM juga menggunakan senjata dan amunisi yang berasal dari TNI. Kisah terlewatkan dari kasus peledakan bom Gedung BEJ hampir tiga tahun lalu. 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data