|
Bisa jadi, tak lama lagi dunia akan terbebas dari alzheimer. Pekan lalu tim peneliti dari Universitas Zurich, Swiss, mengumumkan telah berhasil membuat vaksin bagi alzheimer. Vaksin itu kini sudah dicoba pada 30 pasien yang menjadi relawan. Hasilnya, "Tak ada efek buruk seperti yang ditakutkan," ujar Roger Nitsch, peneliti dari Universitas Zurich.
Agar memperoleh hasil yang lebih meyakinkan, tim peneliti masih akan menguji vaksin itu pada 372 relawan lagi. Selama enam bulan, kesehatan para relawan akan dipantau ketat. Langkah ini merupakan prosedur standar sebelum vaksin itu mendapat "sertifikasi" dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Saat ini 20 juta warga dunia diketahui mengidap alzheimer. Penyakit yang tak memandang usia ini membuat penderita kehilangan memori aktual. Para peneliti berhasil menemukan akumulasi sejenis protein, yang mereka sebut sebagai b-amyloid, pa-da otak penderita alzheimer.
Tumpukan protein ini membuat fungsi saraf dan kapasitas memori otak terganggu. Untuk merangsang produksi antibodi alami, "Relawan diberi b-amyloid pada dosis yang tepat," ujar Roger Nitsch.
|