Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Ilmu dan Teknologi

Bank dengan Modal 'Sperma'

Cryobank bukanlah sembarang bank. Bermarkas di Virginia, Amerika Serikat, bank ini tak pernah memberikan layanan perbankan dan keuangan. Tak ada brankas besar tempat menyimpan tumpukan uang. Jangan heran, yang ada dalam storage adalah deretan tabung berisi larutan nitrogen.

Cryobank adalah bank dengan modal dasar sperma manusia. Ini salah satu bank sperma terkemuka di Amerika. Bank ini menjual sperma dari sekitar 1.750 donor. Untuk mendapatkan paket sperma seharga US$ 1.000, calon pembeli tinggal mengisi formulir secara online. Calon konsumen diminta mengisi kriteria donor, mulai dari warna kulit, jenis rambut, tinggi badan, hingga pendidikan. Bahkan jenis dan warna suara pun bisa didengar lewat jaringan internet. "Kami berusaha memberikan sperma sesuai dengan pilihan konsumen," ujar Harvey J. Stern, Direktur Medis Cryobank.

Di Amerika, bank sperma bukanlah institusi yang aneh. Setiap negara bagian selalu memiliki bank penyimpan dan penyedia "cairan kaum pria" itu. Konsumen pun terbilang bejibun. Para "nasabah" umumnya adalah pasangan yang bermasalah dengan kualitas kesehatan sperma. Namun banyak juga pembeli yang berstatus wanita lajang atau pasangan lesbian yang menginginkan keturunan.

Yang menarik, popularitas bank sperma sempat meroket menjelang Amerika menyerang Irak. Ketakutan atas radiasi senjata kimia dan zat radioaktif, juga kemungkinan gugur saat berperang, membuat sekitar 2.000 tentara Amerika mendepositkan spermanya. Sebagai wujud "patriotisme", pelbagai bank sperma juga memberi diskon hingga 75 persen untuk tentara yang akan maju perang. Ongkos menyimpan paket sperma tentara hanya sekitar US$ 250 (sekitar Rp 2 juta) per tahun. "Bila saya mati, saya tetap bisa punya anak," ujar Sersan John Lecter, anggota marinir yang menyerbu Bagdad.

Untuk menyimpan atau menjadi donor pada bank sperma harus melewati prosedur yang ketat. Kesehatan seorang calon donor menjadi pijakan utama. Proses uji kesehatan umumnya akan memakan waktu hingga enam minggu. Tes laboratorium meliputi pelbagai penyakit, mulai dari hepatitis, kanker, kesehatan jiwa, TBC, hingga HIV/AIDS.

Setelah dinyatakan tak ada persoalan kesehatan fisik, pihak bank akan memeriksa kesehatan sampel sperma dari calon donor. Selain harus memiliki "kelincahan" yang prima, sperma juga harus memiliki semen dan sel yang sehat. Jumlah sel sperma yang diterima minimal 20 juta sel tiap satu milimeter sperma.

Kelangsungan bank sperma sebenarnya sangat bergantung pada teknologi penyimpanannya. Dengan menggunakan tabung pendingin berisi cairan nitrogen, paket sperma donor atau "nasabah" disimpan pada suhu minus 196 derajat Celsius. Pada kondisi itu, bank sperma mengklaim mampu mempertahankan kualitas sperma selama lima tahun. Selain itu, desain gedung tempat penyimpanan juga menjadi perhatian serius. Sanitasi dan lingkungan yang bersih dan higienis merupakan syarat mutlak yang tak boleh diabaikan.

STY


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data