Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Ilmu dan Teknologi

Kembali Perkasa dengan 'Chip'

Universitas Michigan berhasil membuat microchip untuk organ reproduksi pria. Sebuah harapan baru bagi jutaan pria mandul.

George W. Lindh, 40 tahun, terlihat berkaca-kaca. Setelah sepuluh tahun menikah, sang istri, Sarah Lawrence, akhirnya dinyatakan positif hamil oleh tim dokter. Padahal selama ini harapan memperoleh keturunan seolah pupus. Hasil tes laboratorium menunjukkan sel sperma George W. Lindh tak memiliki kesehatan yang memadai.

Namun, dua pekan lalu jalan hidup guru di sebuah sekolah menengah di Michigan, Amerika Serikat, itu berubah. Berkat sebuah microchip karya tim peneliti Universitas Michigan, Lindh mampu membuahi kandungan sang istri. Microchip dari bahan silikon (polydimethylsiloxane) itu berhasil mem-by-pass jalan bagi sperma. Langkah "kecil" ini berhasil membuat sel sperma tak mati di tengah jalan. Sebagai imbalan, "Saya mempercayakan kepada tim peneliti untuk memberi nama sang bayi," ujar Lindh.

Prof. Garry Smith, Ph.D., yang memimpin proyek pembuatan microchip itu, sebenarnya menerapkan sebuah ide sederhana. Menurut pelbagai riset soal kesehatan organ reproduksi pria, kemandulan kerap disebabkan oleh kematian dini sel sperma. Pada sebagian pria, sel sperma tak memiliki daya tahan terhadap gesekan antarsel dan gesekan dengan dinding saluran urethra di penis. Sebagian besar kematian terjadi saat perjalanan dari kelenjar testikel (organ penghasil sperma) menuju saluran urethra. "Microchip mengantar sel sperma keluar dengan selamat," tutur Smith.

Secara fisik, microchip itu merupakan sebuah kanal pelindung. Dua buah chip berukuran satu sentimeter persegi dicangkokkan pada kelenjar testikel. Chip berbentuk kantong silikon itu berisi larutan dengan salinitas (kadar garam) 30 ppt. Sifat osmosis, yang merupakan sifat alami larutan garam, membuat cairan pada testikel meningkat. Fungsi cairan tubuh ini adalah menjaga kesehatan puluhan juta sel sperma.

Dari kantong itu, sepasang kanal yang juga terbuat dari bahan silikon akan menjadi pengganti saluran urethra (jalan keluar pada batang penis). Tiap kanal silikon memiliki diameter 0,5 milimeter. Selain tetap aman, ujar Smith, "Ukuran tersebut membuat daya pancar cairan sperma tetap terjaga."

Kini, belasan pria Amerika tengah menunggu pencangkokan microchip karya Smith. Dengan merogoh kocek US$ 15 ribu (lebih dari Rp 120 juta), seorang pasien akan menjalani operasi "perbaikan" organ reproduksi. Dengan operasi dua jam, daya tahan sel sperma meningkat hingga tingkat 98 persen. Artinya, hanya 2 persen sel sperma yang mati di perjalanan keluar saluran urethra.

Memang, kesehatan dan kualitas sperma merupakan kata kunci bagi fertilitas (kesuburan) organ reproduksi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kriteria standar kesehatan "cairan kaum pria" itu. Agar memiliki daya tahan, sperma harus ditopang oleh cairan semen dengan jumlah yang sesuai. Setiap ejakulasi, jumlah semen yang normal adalah 2 sampai 5 mililiter. Jumlah semen yang kurang (hipospermia) atau berlebih (hiperspermia) mengindikasikan kondisi abnormal yang berakibat buruk bagi sel sperma.

Tentu saja, selain semen, kondisi sel sperma (spermatozoa) merupakan faktor terpenting bagi kualitas organ reproduksi pria. Pria yang memiliki organ seksual sehat mampu menghasilkan 20 juta spermatozoa pada tiap mililiter sperma. Jadi, dalam tiap ejakulasi, minimal ada 40 juta "kandidat" anak manusia. Toh tak semua sel mampu bertahan hidup. Sebagian besar sel langsung mati.

Dr. Viladesh Vivekenanda, Ketua Departemen Kesehatan Reproduksi WHO, memperkirakan hanya sekitar 25 persen sel sperma yang mampu berlomba menuju sel telur (ovum). Umumnya, pada pembuahan manusia, hanya satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur. Sel inilah yang dipercaya sang Pencipta menjadi pemenang dalam pertarungan menjadi embrio seorang anak manusia.

Setiyardi


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data