|
SETIAP rezim memiliki kuli intelektualnya sendiri, begitu kata Soedjatmoko suatu kali. Sebuah buku baru, Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru, karya Daniel Dhakidae, 58 tahun, berusaha memotret profil kalangan ini pada suatu masa di Indonesia, yakni era Orde Baru, yang konon sudah runtuh bersama lengsernya Presiden Soeharto lima tahun lalu.
Buku ini tentu akan menyebut nama-nama, sehingga bisa dipastikan akan menuai kontroversi. Oleh penulisnya, buku setebal 790 halaman ini dikatakan sebagai upaya untuk memeriksa kaum cendekiawan dalam pergulatannya dengan kekuasaan seperti yang tampak dalam wacana politik yang dihasilkan. Buku ini ditulis Daniel setelah 12 tahun menyelesaikan disertasinya di Cornell University, Ithaca, New York.
|