Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XXXII/02 - 8 Juni 2003
   
Laporan Utama
Subuh Berdarah di Peusangan
”Kami orang miskin. Anak saya terpaksa kerja sebagai penjaga tambak untuk membiayai sekolahnya. Dia bukan GAM,” kata M. Nasir Abdurrahman, ayah Anas, 13 tahun, yang tewas tertembak.

• Aneka Versi Penembakan itu
• Darurat Militer Sampai ke Jakarta
• Tertimpa Getah Pertikaian
• Angkat Kaki Dulu, ’Meneer’
• Ketika Senapan GAM Memakan Tuan

Ekonomi & Bisnis
Giliran Gelap di Jawa-Bali
Sudah lebih dari sepuluh tahun Jawa-Bali tidak mengenal pemadaman listrik bergilir. Tapi hal ini terjadi lagi. Gara-gara manajemen PLN teledor?
 
Hukum
Angin Sejuk dari Bali
Kesaksian para tersangka bom Bali cenderung meringankan Abu Bakar Ba'asyir. Apa akibat pencabutan BAP?
 
  Nasional
Kalau Tentara Swasta Bergerak
Kantor Kontras dan PBHI di Jakarta dirusak massa yang berpakaian Pemuda Panca Marga. Imbas dari perang Aceh?
 
Opini
Siapa Bersalah?
 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
27/XXXVII/25 - 31 Agustus 2008

 

Berita lainnya

Elpiji Tidak Akan Naik Selama Puasa - 29 Ags 2008 | 20:48 WIB
Gadai Saham Bakrie Dianggap Wajar - 29 Ags 2008 | 20:33 WIB
Pemerintah Jamin Pasokan Kebutuhan Pokok menjelang Lebaran - 29 Ags 2008 | 20:32 WIB
Massa Gus Dur Demo KPU Jawa Timur - 29 Ags 2008 | 20:28 WIB
BI Siapkan Rp 77 Triliun untuk Lebaran - 29 Ags 2008 | 20:26 WIB
Kejaksaan Bojonegoro Periksa Staf Sekretariat Dewan - 29 Ags 2008 | 20:26 WIB
Puluhan Ribu Ton Gula Petani Tidak Laku - 29 Ags 2008 | 20:24 WIB
Lokalisasi Seks di Malang Tutup, Takut Diancam Banser - 29 Ags 2008 | 20:21 WIB
Lapangan Terbang Jember Dioperasikan Secara Komersil - 29 Ags 2008 | 20:18 WIB
Pindad Rancang Panser Canon - 29 Ags 2008 | 20:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data