Calon Presiden Independen |
DALAM rapat pimpinan (rapim) Partai Golkar beberapa waktu lalu, sempat mencuat usul penentuan calon presiden dari Partai Golkar. Disebut-sebut pula Nurcholish Madjid sebagai kandidat calon presiden (capres) Partai Golkar. Namun akhirnya rapim memutuskan bahwa penentuan capres akan dilaksanakan sekitar November nanti.
Munculnya Cak Nur menimbulkan sejumlah penilaian. Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Amien Rais, dan Ketua Partai Golkar sendiri, Akbar Tandjung, menyatakan pencalonan Cak Nur akan didukung dan dapat menyemarakkan bursa capres mendatang. Namun pengamat politik seperti Arbi Sanit dari Universitas Indonesia menyatakan, pencalonan ini baru merupakan wacana dan kemungkinan besar akan terdepak oleh nama besar Akbar Tandjung sendiri, serta tidak akan mendapat dukungan dari elite di Golkar sendiri.
Calon lain yang bermunculan di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid (PKB), Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Surya Paloh dari kalangan pers. Adanya capres yang muncul belakangan ini, yang berasal dari luar partai politik, patut kita sambut gembira sebagai wacana pengembangan dan pembangunan demokrasi kita. Hanya, dalam perpolitikan kita, tampaknya sulit bagi kalangan independen murni untuk dapat memegang kekuasaan di negeri ini.
Paling tidak, adanya capres independen ini akan dapat menghibur rakyat yang tak kunjung lepas dari krisis dan dapat menjadi saluran bagi mereka yang memilih menjadi golput.
DRS. HUSAIN ABDILLAH
Jalan Taman Wijaya Kusuma V/54
Cilandak, Jakarta Selatan
|