Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXII/26 Mei - 01 Juni 2003
   
Surat

GAM dan Ulama Aceh

PERSOALAN Aceh tampaknya semakin merepotkan bangsa ini, yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan. Agenda para petinggi negara banyak terserap oleh masalah ini. Segala upaya perdamaian pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sudah dilakukan, tapi hasilnya sia-sia. Sebab, sesungguhnya GAM tidak menghendaki opsi selain merdeka.

Upaya GAM untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan RI, di samping mengkhianati konstitusi, menurut Prof. Dr. Teuku Ibrahim Alfian (staf pengajar Universitas Gadjah Mada), juga mengkhianati para ulama ahli sunnah wal jamaah Aceh. Sebab, ulama Aceh telah memproklamasikan diri untuk berdiri di belakang pemerintah RI.

Selain itu, selama ini GAM mengingkari berbagai perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat. Karena itu, aneh kalau pihak pemerintah masih saja memberikan toleransi kepada GAM.

A. FAWZIAH

Jalan Rengas III/64

Ciputat, Jawa Barat


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data