Tanggapan atas Resensi Buku |
SAYA ingin meluruskan resensi di TEMPO Edisi 7-13 April 2003, yang ditulis oleh Coen Husain Pontoh, terhadap buku Konspirasi, Teori-Teori Konspirasi & Rahasia 11.9.
Sebenarnya semangat buku ini tidak seperti yang digambarkan oleh peresensi, yaitu melawan teori konspirasi dengan teori konspirasi. Sebab, buku ini tidak dimaksudkan untuk menjual teori konspirasi, berkaitan dengan peristiwa 11 September 2001, melainkan ajakan konspirasi untuk anti-konspirasi yang terselubung akibat ”…propaganda yang dipersembahkan para ahli masak di ’Brainwashington DC’ dan media massa pelayannya…” (halaman 20).
Buku ini juga tidak berpretensi untuk meyakinkan pembaca bahwa teori konspirasi adalah cabang ilmu pengetahuan yang serius dan kritis. Mathias Broeckers, penulis buku ini, sekadar ingin membuang tabu lama akibat praduga tentang konspirasi sebagai sesuatu yang buruk. Menurut dia, konspirasi punya citra yang buruk, tidak berkaitan dengan konspirasi itu sendiri, melainkan lebih disebabkan oleh penyalahgunaannya untuk tujuan-tujuan kriminal.
Bagi tujuan ilmiah, Mathias Broeckers khusus menulis beberapa buku teori konspirasi yang juga laku keras di Jerman (antara lain Lexikon der Verschwoerungstheorien, 2000). Sedangkan buku 11.9. ditulis terutama berkaitan dengan konspirasi dan teori-teori konspirasi 11 September 2001. Inilah kekuatan buku ini, yang sebenarnya perlu diresensi. Substansinya tidak sekadar ”menawarkan cerita menarik”, tapi sangat politis karena bisa menggugah pembaca untuk kritis dan mulai bertanya atas berbagai hal yang tidak srek dalam versi resmi tentang aksi teror 11 September yang menewaskan ribuan orang tak berdosa. Lebih jauh, penulis mendorong pembaca untuk mencari sendiri berbagai kemungkinan jawaban sebuah proses pencarian kebenaran yang perlu disingkap di balik tirai arus informasi yang didominasi oleh media massa mainstream, yang menurut penulis menjadi bagian dari konspirasi 11 September dan—lebih lanjut—serangan atas Afganistan.
Dengan demikian, buku ini harus dilihat sebagai pembongkaran atas dominasi media yang ikut sadar, terpaksa, atau sekadar tidak tahu mendukung berbagai bentuk ketidakadilan. Dari sekian informasi, beberapa hal telah menjadi rahasia umum dan diketahui kebenarannya. Yang paling membuat kita bertanya-tanya, meski Komandan Angkatan Udara Amerika Serikat tahu tentang pembajakan empat pesawat yang melaju mendekati daerah larang terbang (no fly areas), toh dibutuhkan waktu tak kurang dari 75 menit sebelum pesawat pemburu diizinkan take off untuk menghalang-halangi.
Karena itu, kesimpulan peresensi ”Bagaimana kita mengetahui bahwa seluruh informasi ini benar adanya?” selain semena-mena karena diambil dari konteks yang lain, juga menyesatkan. Satu hal lagi, buku ini terbitan PT Ina Publikatama, bukan Gramedia seperti tertulis dalam resensi.
IVAN A. HADAR
Editor Bahasa Buku Konspirasi, Teori-Teori Konspirasi & Rahasia 11.9
Jalan Nangka 23, RT 006 RW 006
Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan
|