Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXII/26 Mei - 01 Juni 2003
   
Peristiwa

DPR: Stop Hubungan Diplomatik dengan Swedia

Operasi militer di Aceh mengilhami sejumlah anggota DPR mendesak pemerintah mengultimatum Swedia. Negara itu dinilai membiarkan dan melindungi tokoh Gerakan Aceh Merdeka yang bermukim dan menjadi warga negara negeri Skandinavia itu. Jika Swedia terus tak bersahabat, DPR menyarankan pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan negara itu.

”Segera tentukan batas waktu. Kalau Swedia masih keras kepala, seyogianya pemerintah mengambil tindakan,” ujar Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri DPR, Ibrahim Ambong, saat rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Rabu pekan lalu.

Anggota DPR lainnya mendesak agar pemerintah memboikot produk Swedia jika terus memelihara tokoh GAM seperti Hasan Tiro dan Zaini Abdullah.

”Kalau perlu, jangan lagi pakai Volvo,” kata salah seorang anggota Komisi I itu.

Lantas apa komentar Hassan Wirajuda? Tuntutan anggota DPR wajar dan merefleksikan kecemasan masyarakat Indonesia pada Swedia.

”Kita tengah mempertimbangkan cara efektif agar Swedia merespons cepat dan tepat. Tapi tuntutan boikot dan pemutusan hubungan diplomatik perlu dipertimbangkan dengan matang,” ujar Hassan. Pemerintah, menurut Hassan, sebenarnya sudah tiga kali mengirim delegasi khusus ke Swedia, juga surat tertanggal 12 Mei lalu. Dalam surat itu, RI meminta pemerintah Swedia menindak warga negaranya asal Aceh yang kini menjadi pemimpin GAM dan melakukan sejumlah teror dan pengeboman.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data