Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXII/26 Mei - 01 Juni 2003
   
Peristiwa

Lagi, ’Harta Karun’ Bung Karno

Ini bukan pertama kali ada orang yang mengaku mendapat harta karun Bung Karno. Kali ini, Soewito alias Soenuso Goroyo Soekarno, warga kompleks Cileungsi Hijau, Bogor, mengaku menyimpan harta bernilai triliunan rupiah dalam bentuk ratusan platinum dan emas batangan murni—masing-masing seberat delapan ons, berikut sertifikatnya.

Selain itu, ada sejumlah obligasi, antara lain berasal dari National Bank de Nedherland senilai US$ 870 juta. Ada tiga surat obligasi dari Creditte Suisse Bank, yang totalnya bernilai US$ 1,007 miliar (lebih dari Rp 8 triliun dengan kurs sekarang). Hendak dikemanakan ”harta” ini? ”Harta karun ini siap saya sumbangkan ke negara untuk membantu pemerintah RI mengatasi krisis ekonomi,” ujar Soewito, yang menyebut dirinya satria piningit.

Sebagai ”satria piningit”, dalam jumpa dengan wartawan pada 16 Mei lalu, Soewito mengenakan jas putih, pantalon putih, lengkap dengan tongkat komando—mirip Bung Karno. Saat itu ia berani bersumpah bahwa temuannya benar-benar asli. Ia bercerita, emas dalam peti itu bergambar Presiden Sukarno, di baliknya ada gambar padi-kapas. Di batangan platinum ada gambar tapal kuda bertuliskan JM Mathey London. Menurut dia, deposito bertanggal 16 Agustus 1945 yang dimilikinya dikeluarkan oleh BPUPKI.

Yang agak aneh, ”Bung Karno” Soewito ini melarang ”emas”-nya disentuh oleh siapa pun. Tapi ia dengan meyakinkan bilang, ”Saya berani digantung jika bohong,” ujar lelaki yang pernah aktif di Batalion Arhanud SE.10/Kodam Jaya dengan pangkat sersan dan NRP 561812—nomor ini pun belum dicek kebenarannya.

Bagaimana cara Soewito memperoleh ”harta” tadi? Mohon Anda jangan tertawa: dengan memakai ilmu gaib yang dimilikinya. Dengan ilmu itu, ”harta” bisa dipancing keluar dari persembunyiannya di Jawa Tengah, Bali, dan Sumatera Selatan—tentu saja ini cerita Soewito yang umurnya pun dia rahasiakan (menurut wartawan TEMPO, Soewito berusia menjelang 50 tahun).

Bogor pun geger. Tapi beberapa hari kemudian Soewito diberitakan mendadak lenyap. Ada yang mengabarkan dia ditangkap polisi karena telah membohongi publik. Namun Kepala Kepolisian Resor Bogor, Ajun Komisaris Besar M. Taufik, Rabu pekan lalu, membantah kabar itu. ”Apa alasan dan dasarnya kami harus menangkap orang yang mengaku menemukan harta karun? Itu kabar tidak benar,” ujar M. Taufik.

Mungkin Soewito tengah melanjutkan pertapaannya….


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data