Mereka Menyebut Diri The Cabal |
Di kalangan komunitas intelijen Amerika Serikat, ada kelompok baru yang menyebut diri The Cabal. Mereka adalah sekelompok kecil penasihat dan analis
kebijakan di Kantor Perencanaan Khusus, Departemen Pertahanan atau Pentagon. Kelompok khusus ini ada setelah tragedi 11 September 2001.
Pengaruh kelompok kecil yang dimotori Deputi Menteri Pertahanan Paul Wolfowitz ini luar biasa. Salah satu "prestasinya" adalah meyakinkan pemerintah AS dan publik bahwa serangan ke Irak dan menggulingkan Saddam Hussein adalah sangat penting. Alasannya, Saddam luar biasa berbahaya karena memiliki senjata pemusnah massal dan terkait dengan Al-Qaidah.
The Cabal begitu agresif. Mereka bersaing dengan Central Intelligence Agency (CIA) dan agen mata-mata Departemen Pertahanan, Defense Intelligence Agency (DIA), dalam memberi masukan kepada Presiden George W. Bush. Akibatnya, terjadi persaingan Kantor Khusus dengan DIA dan CIA. Kata W. Patrick Lang, bekas kepala bagian DIA untuk Timur Tengah, "Pentagon bersatu untuk mendominasi kebijakan luar negeri AS, lalu mengalahkan DIA. CIA pun tak berani melawannya." Bos besar Kantor Khusus adalah Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld.
Namun ada pembelaan dari Kantor Khusus. Menurut mereka, keberadaan mereka disebabkan intelijen di AS tak becus menjalankan tugasnya. Menurut seorang agen intelijen pada Kantor Khusus, komunitas intelijen yang ada tak mampu memberikan analisis yang benar dan tajam kepada Wolfowitz. "Mereka masih bekerja seperti di zaman Perang Dingin," kata sumber dari Kantor Khusus.
Kelompok ini memang cerdas dan pandai meyakinkan orang. Mereka menang dalam debat dengan sumber intelijen lainnya. CIA dan Departemen Luar Negeri juga dikalahkan oleh orang-orang dari Kantor Khusus Pentagon ini.
Mengapa The Cabal kuat dan kompak? Ternyata mereka terdiri atas orang yang telah lama punya hubungan khusus. Direktur Kantor Khusus Abram Shulsky pernah bekerja di Pentagon di bawah Asisten Menteri Pertahanan Richard Perle, pada 1980-an. Shulsky teman Wolfowitz di Universitas Chicago. Keduanya murid Leo Strauss, pengungsi dari Nazi Jerman yang percaya bahwa kebenaran hanya bisa dipahami oleh sedikit orang saja, dan dikelirukan oleh massa.
Benarkah informasi Kantor Khusus? Hampir dua bulan Irak dikalahkan tentara AS, tapi senjata pemusnah massal tak juga ditemukan. Belasan petinggi Partai Baath ditangkap dan menyerahkan diri ke sekutu, tapi tak mengungkap bukti keterkaitan Saddam dengan Al-Qaidah.
Yang jelas, fenomena The Cabal menunjukkan pertempuran berebut pengaruh di kalangan elite di negara adidaya itu sangat seru. Adanya Kantor Khusus juga menunjukkan bahwa data intelijen dari AS bukan satu-satunya yang dianut. Hal itulah yang sering mengaburkan kebenaran, karena kelompok-kelompok itu lebih "berjuang" demi kepentingan masing-masing.
Jadi, informasi intelijen AS—entah yang dari kelompok mana—tentang Al-Qaidah, kelompok-kelompok yang terkait dengannya, dan negara-negara mana yang akan diserang, sebaiknya tak dianggap selalu akurat dan benar.
BB (New Yorker)
|