Napak Tilas di Kebun Amoy Investigasi tim WHO menunjukkan, sistem pembuangan yang kurang sempurna adalah biang keladi merebaknya SARS. |
Amoy Gardens, Hong Kong. Inilah tempat rahasia virus penyebab SARS, sindrom pernapasan akut berat, tersimpan. Apartemen 33 lantai ini bisa bercerita banyak tentang betapa agresif laju pergerakan virus SARS. Virus yang telah menghilangkan 682 nyawa dan menginfeksi 8.046 warga di seluruh dunia.
Kebun Amoy memang fenomenal. Apartemen inilah titik terpanas dalam penyebaran SARS. Tak sampai satu minggu, pada akhir Maret lalu, sindrom ini menjangkiti 321 penghuni apartemen, 35 di antaranya meninggal dunia. Tim ilmuwan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun merasa perlu serius menggelar investigasi di Amoy Gardens. Gerangan misteri apa yang membuat SARS merebak dahsyat di apartemen di tepian Teluk Kowloon ini.
Dua pekan lalu, 16 Mei 2003, investigasi Amoy Gardens rampung dan tim WHO merilis laporan resmi. Sebuah laporan yang langsung menyita perhatian ilmuwan penyebaran penyakit (epidemiolog) di seluruh dunia.
Penyelidikan itu menyebut, ada seorang pemuda 33 tahun, kita namai saja si Fulan, yang terbukti sebagai titik awal laju SARS di Amoy Gardens. Jumat dan Rabu, 14 dan 19 Maret 2003, Fulan, yang tinggal di Shenzhen, menyambangi kakak lelakinya yang menghuni flat di lantai 16, Blok E, Amoy Gardens. Dia sama sekali tidak menduga bahwa dirinya telah terinfeksi virus SARS.
Malam hari di apartemen sang kakak, perut Fulan mulas berat gara-gara diare. Padahal, ketika itu, kloset di seluruh gedung apartemen sedang tidak beres. Diduga telah terjadi kebocoran pada sistem pembuangan yang dilengkapi pipa cekung berbentuk U (lihat bagan). Kebocoran ini ditandai dengan seringnya penghuni apartemen mengeluhkan bau tak sedap yang meruap di sekitar ruang flat mereka.
Berikutnya, pada 21 Maret, pemilik gedung mengadakan perbaikan sistem pembuangan. Semua toilet diminta istirahat berfungsi selama minimal 16 jam. Namun, pada saat itu sudah ada beberapa penghuni yang ketularan diare dan menampakkan gejala SARS—panas di atas 38 derajat Celsius, batuk kering, pusing, dan sesak napas.
Singkat kata, masa istirahat toilet tidak sepenuhnya efektif. Mereka yang diare, apa boleh buat, tetap menggunakan toilet bermasalah. Kisah selanjutnya pun bisa ditebak. Udara lembap apartemen dicemari virus yang keluar dari pipa pembuangan yang bocor. Hal ini diperparah dengan adanya kipas ventilasi (exhaust fan) yang dipasang di setiap dinding kamar mandi. Pusaran baling-baling kipas ini kontan membuat udara yang tercemar virus terus berputar.
Hantu SARS pun langsung menyebar. Jutaan virus menempel di handuk, pintu, kaca kamar mandi, juga di bak wastafel. Makhluk renik ini siap menanti saat masuk ke jalur pernapasan manusia—terutama dengan bantuan lendir, urine, dan percikan batuk penderita.
Tak terelakkan lagi, sindrom pernapasan akut berat pun menghantui gedung Amoy. Sebagian besar pasien menderita diare. Kandungan virus yang menumpuk di pipa pembuangan pun semakin pekat. Pada puncak wabah tercatat ada 321 penghuni apartemen yang terinfeksi. Terbanyak ada di Blok E, dengan 128 penderita, Blok D dengan 48 penderita, dan sisanya tersebar di 13 blok lainnya.
Penyebaran SARS relatif mereda setelah pemerintah Hong Kong mengkarantina total Amoy Gardens pada 30 Maret. Penghuni apartemen diungsikan ke kamp dan vila liburan, sementara Kebun Amoy dibersihkan total oleh petugas kesehatan. Kini WHO sudah mencabut status peringatan perjalanan ke Hong Kong.
Uji sampel darah dan kotoran yang dilakukan Departemen Kesehatan Hong Kong menunjukkan, ke-321 penghuni Amoy terinfeksi virus corona yang diduga kuat menyulut sindrom SARS. Virus yang sama juga terdapat pada kecoa, tikus, dan serangga yang ditemukan di dalam gedung apartemen. Tetapi hewan-hewan ini tidak menunjukkan gejala sakit sehingga mereka hanya disimpulkan sebagai perantara mekanis dalam penyebaran virus SARS.
Lalu, apa yang tersisa dari fenomena Amoy Gardens?
Heinz Feldmann, ahli penyakit infeksi yang juga pemimpin tim investigasi WHO, menekankan bahwa fenomena gedung Amoy adalah pelajaran berharga. "Sebetulnya, bangunan fisik dan struktur apartemen ini sudah memenuhi standar internasional," katanya. Tetapi, pemeliharaan yang kurang maksimal berujung pada ketidakberesan sistem pembuangan, yang kemudian dimanfaatkan oleh virus-virus mutan.
Kay McNiece, juru bicara tim WHO, mengakui sejauh ini belum juga ditemukan sistem pembuangan yang sempurna. "Karena itu, pemerintah di semua negara perlu ekstrawaspada," kata McNiece. Agar tak ada Amoy Gardens di tempat lain.
Mardiyah Chamim
|