Pesawat Berbahan Bakar Hidrogen-Oksigen |
Krisis bahan bakar memicu ilmuwan agar mencari sumber energi alternatif. Pekan lalu, pabrik pesawat udara Amerika Serikat, Boeing, mengumumkan tengah membuat pesawat berawak yang berbahan bakar hidrogen-oksigen. Bila tak ada aral, pada Desember 2003 pesawat yang mampu mengangkut seorang pilot itu akan mulai mengudara. "Pada demonstrasi, penggunaan hidrogen dan oksigen terbilang aman," ujar Judith Agar, Kepala Teknisi Boeing.
Agar dapat melakukan take-off, moncong pesawat rancangan Boeing itu dipasangi baterai berkekuatan 25 kilowatt sebagai penyuplai energi awal. Energi ini diperlukan agar pesawat bisa lepas landas hingga mencapai ketinggian tertentu. Setelah berada pada ketinggian 30 ribu_50 ribu kaki, baterai akan otomatis mati. Kemudian, tugas baterai akan digantikan oleh sel energi yang dapat menyedot hidrogen dan oksigen dari udara bebas. Dua tabung penampung hidrogen dan oksigen akan ditempatkan pada dua "ketiak" di bawah sayap pesawat.
Bila berhasil, teknologi baru ini merupakan revolusi besar dalam dunia energi transportasi. Soalnya, hidrogen dan oksigen masih merupakan unsur yang tersedia dalam jumlah besar di udara secara bebas. Selain akan sangat ekonomis, "Teknologi ini sangat ramah lingkungan," ujar Agar.
|