|
Satu per satu gen "pembawa" penyakit mulai terdeteksi. Pekan lalu, Research Institute of McGill University Health Centre (MUHC) berhasil menemukan gen yang bertanggung jawab terhadap infeksi kuman tuberkulosis (TBC). Penemuan ini membuka jalan bagi penanganan TBC secara efisien dan cepat. Soalnya, "Gen tersebut mengontrol pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis di paru-paru," ujar Dr. Philippe Gros, ahli mikrobiologi MUHC.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, jumlah penderita TBC cenderung meningkat. Kini tak kurang dari 1,9 juta warga dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit yang menyerang organ pernapasan itu.
Untuk menemukan gen TBC, Gros menggunakan tikus sebagai obyek percobaan. Beberapa tikus yang telah diinfeksi dengan Mycobacterium tuberculosis "dipotret" dengan teknologi genome scanning. Kemudian, DNA yang telah terkena infeksi dibandingkan dengan DNA yang masih sehat. Hasilnya, terjadi perbedaan serius pada kromosom ke-19 dalam DNA yang terinfeksi. "Hasil ini merupakan langkah awal bagi pembuatan vaksin baru pencegah TBC," ujar Gros.
|