Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXII/26 Mei - 01 Juni 2003
   
Indikator

Gubernur Akan Hanyut di Arus Besar



Apakah Anda yakin Burhanuddin Abdullah bisa membersihkan Bank Indonesia?

(16 - 23 Mei 2003)
Ya
26.1% 266
Tidak
61.2%624
Tidak tahu
12.7%130
Total100%1.020

Lebih dari 60 persen pengakses Tempo Interaktif sepanjang pekan lalu menganggap Gubernur Bank Indonesia yang baru terpilih, Burhanuddin Abdullah, tak akan mampu membersihkan lembaga bank sentral itu. Mereka seperti mengabaikan anggapan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie bahwa Burhanuddin cocok menduduki jabatan itu, karena relatif tak terkait dengan kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI), dan dialah di antara ketiga calon yang paling berkualifikasi.

Namun apakah dia bisa menyelesaikan warisan masa lalu, yakni skandal BLBI sebesar hampir Rp 144,5 triliun, sekaligus mencari para pejabat BI yang terlibat, banyak orang ragu. Sebagian besar pengakses menganggap gubernur baru ini akan hanyut bersama arus besar di lembaga yang dipimpinnya.

Hanya sekitar 26 persen pengakses yang yakin Burhanuddin mampu membersihkan BI dan membawa lembaga itu menjadi independen dan bisa menolak berbagai kepentingan. Tapi yang menjawab tidak tahu cukup besar, sekitar 12 persen. Mereka masih bersikap melihat dan menunggu apakah Burhanuddin akan memenuhi harapan banyak orang kepada BI yang bersih, berwibawa, dan independen, atau sebaliknya.





Indikator Pekan Ini:
Tanggal 19 Mei 2003 tepat tengah malam Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengeluarkan Keppres No. 28 Tahun 2003 mengenai darurat militer, yang diberlakukan selama enam bulan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Artinya, provinsi yang sering dijuluki Serambi Mekah itu berada sepenuhnya di bawah kendali dan peraturan penguasa darurat militer—tentara. Keputusan untuk menyudahi perlawanan bersenjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu membutuhkan biaya sekitar Rp 1,23 triliun atau melebihi APBD Aceh. Operasi itu rencananya menerjunkan hingga 50 ribu pasukan, baik tentara maupun polisi.

Panglima TNI yakin, operasi itu akan selesai dalam waktu enam bulan dan GAM dapat ditumpas. Apakah keyakinan TNI akan terbukti? Sampaikan pendapat Anda lewat rubrik Indikator di www.tempointeraktif.com Selamat mengklik situs kami, yang enak dibaca dan perlu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data