|
PT Astra International Tbk. mempercepat pembayaran utang sebesar US$ 120 juta kepada para kreditornya tahun ini. Dananya berasal dari hasil penjualan saham milik Astra di divisi manufaktur PT Toyota Astra Motor (TAM). Saham Astra sebanyak 46 persen senilai US$ 226 juta (sekitar Rp 1,9 triliun), dijual ke Toyota Motor Corp., partner Astra di PT TAM. "Pemegang saham Astra telah menyetujui penyelesaian utang tahun ini, kuartal ketiga atau keempat," kata Direktur Keuangan Astra, John Slack, pekan lalu.
Astra optimistis percepatan penyelesaian utang akan melepaskannya dari berbagai batasan yang ditetapkan kreditor, setidaknya lebih cepat dari target semula tahun 2004. Dalam penyelesaian restrukturisasi utang yang dicapai akhir tahun lalu, para kreditor setuju memperpanjang pelunasan senilai US$ 850 juta hingga tahun 2009. Percepatan pembayaran utang itu merupakan yang keempat kalinya dilakukan Astra. Yang pertama September 2000, lalu 31 Maret 2001, dan yang ketiga Desember 2001.
Bila babak ini berhasil, Astra akan memperoleh pendana- an baru, termasuk mencari pinjaman bank. Kreditor pun tidak akan membatasi jumlah investasi. Saat ini Astra masih memiliki US$ 80 juta—yang dihimpun dari penerbitan saham baru awal tahun ini. Selain itu, Astra berencana membagi dividen dari laba bersih tahun 2002 sebesar Rp 3,64 trilliun. Lalu dana sebesar Rp 500,5 miliar akan digunakan untuk menutup defisit tahun sebelumnya. Sementara itu, dari laba yang diraup, sebanyak Rp 3,1 triliun dialokasikan untuk kegiatan operasional dan sisanya, Rp 40 miliar, digunakan sebagai cadangan.
|