Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXII/26 Mei - 01 Juni 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Disepakati: Mekanisme 'Default' buat APP

SERET dan tiap kali tersendat, begitulah proses restrukturisasi utang Asia Pulp and Paper (APP). Sejak tahun 2001, perundingan itu selalu terbentur jalan buntu, entah karena ulah kreditor asing, BPPN, atau APP. Tiga pihak itu tampaknya lebih suka saling mengancam ketimbang mencari solusi. Namun, pekan lalu, titik terang restrukturisasi APP mulai berbinar. Pihak kreditor asing yang tergabung dalam Export Credit Agency (ECA) dan wakil APP akhirnya menyetujui sebuah mekanisme default alias gagal bayar.

Di awal perundingan, semua pihak bertahan pada sikap masing-masing ketika membahas soal default sebagai jalan untuk membangkrutkan APP. Pihak keluarga Widjaja selaku pemilik lama APP ingin agar penentuan default harus disetujui oleh 75 persen suara kreditor. Sebaliknya, ECA ingin agar persetujuan cukup dengan 25 persen saja.

Menurut Gandi Sulistyanto, Wakil Ketua Tim Restrukturisasi APP, akhirnya ditempuh "jalan tengah" yang menetapkan bahwa APP bisa dinyatakan gagal bayar dengan syarat 75 persen kreditor setuju. Jika suara yang ada tak terpenuhi, jumlah suara yang dibutuhkan diturunkan bertahap, hingga akhirnya untuk menyatakan APP default cukup dengan suara 25 persen kreditor yang setuju. Memang alot pembahasan mekanisme default ini, terutama karena hal itu menentukan hidup-matinya APP.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data