|
Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi Roosseno
Guru besar filsafat Universitas Indonesia, Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi Roosseno, pekan lalu mendapat Kartini Award 2003. Penghargaan bagi perempuan Indonesia yang berprestasi di bidangnya ini diberikan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Sri Redjeki Sumaryoto, di Auditorium TVRI Senayan. Toeti Heraty, 69 tahun, dinilai telah mendedikasikan dirinya bagi kemajuan kaum perempuan Indonesia.
Di kalangan aktivis perempuan, nama Toety Heraty telah menjadi salah satu ikon pergerakan. Ia, bersama Tieneke Syaraswati Arif dan Karlina Leksono, pada 1998 mendirikan lembaga swadaya masyarakat Suara Ibu Peduli (SIP). Kelompok ini sangat aktif membantu mahasiswa yang tengah menggerakkan demonstrasi proreformasi. Saat itu, setiap hari SIP mensuplai puluhan ribu nasi bungkus dan air mineral kepada mahasiswa yang berdemonstrasi.
Selain mengajar dan berkecimpung dalam gerakan sosial, Toeti Heraty juga sukses dalam dunia profesional. Putri almarhum Prof. Roosseno, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Ekonomi tahun 1953-1956, ini sukses membesarkan Biro Oktroi Roossenobiro hukum untuk paten dan hak kekayaan intelektual. Pelbagai perusahaan besar menjadi klien setia biro hukum yang berdiri sejak 1951 itu.
Bersama Toeti Heraty, beberapa perempuan lainantara lain Aminah Cendrakasih (artis), Farida Oetoyo (koreografer), Retno Maruti (penari), Ellya Kadam (penyanyi), dan Titi Qadarsih (peragawati)juga menerima penghargaan serupa. "Mereka adalah pewaris sifat dan perjuangan Kartini," ujar Sri Redjeki Sumaryoto.
|