|
Majalah TEMPO Edisi 24 Februari 2003 memaparkan perihal tabung CNG Faber yang telah mencelakakan banyak orang, lewat tulisan berjudul ”Kisah Tangki Gas Maut”. Saya ingin menyampaikan informasi untuk diketahui secara detail oleh pembaca Majalah TEMPO, supaya bahaya dapat dihindari.
Pertamina menyatakan melalui brosur bahwa tabung Faber mutunya berpola NZS5454:1989. Adapun Faber Italia menyatakan tabung Faber yang dijualnya mutunya berpola NZS5454. Terbukti Pertamina dan dealer-nya membohongi dan membahayakan semua konsumennya.
Tabung berpola NZS5454 adalah tabung yang mutunya tidak lulus program pengawasan mutu ISO 9001. Tabung jenis ini sudah dilarang di Italia sejak 2 Januari 1993 dan Selandia Baru, negeri asal Standard NZS5454, sejak 12 Januari 1993. Sebab, tidak ditentukan masa pakainya alias setiap saat dapat meledak. Sejak 1993 yang boleh digunakan adalah tabung berpola NZS5454:1989 yang besertifikat quality assurance, yang dijamin mampu bertahan 30 tahun dan lulus uji kualitas ISO 9001.
Ledakan tabung Faber telah banyak makan korban. Kepolisian menerangkan bahwa ledakan disebabkan logam berkorosi lubang. Karena itu, saya menyerukan kepada Pertamina dan penyalurnya, termasuk PT Gas Biru, agar menyerahkan sertifikat quality assurance yang valid kepada setiap pembeli tabung Faber. Ini supaya konsumen mendapat kepastian mutu dari tabung yang dibelinya, di bawah pengawasan tim independen lembaga perlindungan konsumen.
Jika sertifikat quality assurance ternyata tidak dapat diberikan, Pertamina harus mengeluarkan surat pengumuman yang melarang pemakaian tabung CNG Faber, untuk mencegah jatuhnya korban lagi.
Pembaca Majalah TEMPO yang telah menggunakan atau yang ingin menggunakan tabung BBG CNG merek Faber pada kendaraannya hendaknya belajar dari kasus ini agar terhindar dari musibah.
STEVE SUGITA
Korban ledakan tabung CNG Faber
Jalan Kucica V Blok JH-1 No. 8
Bintaro Jaya Sektor 9, Tangerang
|