Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXXII/19 - 25 Mei 2003
   
Surat

Penjelasan Abdul Gafur

PADA Majalah TEMPO Edisi 5-11 Mei 2003, halaman 38-39, dimuat artikel dengan judul Kalah Angka di Putaran Pertama. Dalam tulisan ini terdapat beberapa hal yang perlu diluruskan, antara lain:

  1. Di alinea pertama terdapat kalimat ”Partai yang cikal-bakalnya dilahirkan Soeharto dan Orde Baru itu….”. Ini merupakan konstatasi yang sama sekali tidak benar. Sekretaris Bersama (Sekber) Golkar, yang menjadi cikal-bakal Partai Golkar, dilahirkan pada 20 Oktober 1964. Yang membidaninya adalah para pemimpin Kosgoro, MKGR, dan Soksi, dan didorong oleh Menteri Panglima Angkatan Darat alm. Jenderal Achmad Yani. Jadi, jelas bukan oleh Soeharto dan bukan pula oleh Orde Baru. Orde Baru lahir pada 1966.

  2. Soal peserta konvensi dan hak suara seperti yang diuraikan dalam tulisan itu juga tidak benar. Sebagaimana diketahui, pengambilan keputusan di Partai Golkar dilakukan lewat rapat harian DPP, kemudian dibawa ke rapat pleno. Nah, masalah mekanisme Konvensi Nasional Partai—antara lain menyangkut peserta dan hak suara—secara luas dan rinci telah dibahas beberapa kali dalam rapat harian DPP. Akhirnya diputuskan pesertanya terdiri dari DPD II Partai Golkar seluruh Indonesia (416 jumlahnya), DPD I sejumlah 30, dan DPP ditambah dengan organisasi sayap serta organisasi yang mendirikan Golkar (Kosgoro, MKGR, dan SOKSI) dan yang didirikan oleh Golkar.

  3. Masalah hak suara juga dibicarakan dalam rapat harian DPP. Semula diputuskan masing-masing memiliki 1 suara, tanpa kecuali. Kemudian, dalam beberapa kali rapat pleno, melalui perdebatan yang alot diputuskan bagi DPP Partai diberikan hak suara satu untuk setiap anggota pleno. Setelah memantau suara-suara dari DPD I, Ketua Umum DPP Golkar akhirnya mengambil inisiatif untuk membicarakan kembali dengan semua anggota pleno dalam satu rapat khusus setelah upacara pembukaan rapat pimpinan Golkar. Akhirnya disepakati hak suara bagi DPP adalah 18 atas dasar pendekatan kewilayahan. Setelah diperdebatkan di Komisi Konvensi, dalam rapat pimpinan partai yang penting itu juga disepakati: DPP memiliki 18 suara; DPD I mempunyai 3 suara; DPD II memiliki 1 suara; dan organisasi sayap, organisasi yang mendirikan dan didirikan oleh Golkar, masing-masing mempunyai 1 suara.

ABDUL GAFUR

Ketua DPP Partai Golkar


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data