Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXXII/19 - 25 Mei 2003
   
Luar Negeri

Kuburan Massal di Irak

RATAP tangis meledak di tengah ratusan penduduk yang menyaksikan pembongkaran kuburan massal di luar Desa Hillah, 60 kilometer di selatan Bagdad, pada Rabu pekan lalu. Setelah dihitung, ditemukan 3.000 kerangka manusia. Ini temuan paling besar di Irak setelah rezim Saddam Hussein tumbang. Sebelumnya kuburan serupa ditemukan di dekat Kota Basra. Isinya, lebih dari 150 mayat kaum Syiah yang dibunuh tentara Irak pada 1999.

Kekejaman rezim Saddam pun segera membayang. Selain mengubur orang yang sudah mati, kaki tangan Saddam juga mengubur orang hidup-hidup. "Tak ada peluru bersarang di tubuh. Tangan mereka terikat dan mata ditutup," kata Amer Shumri, pejabat dari kantor gubernur di Hillah. Maka, sejumlah perempuan berteriak histeris, "Tak ada Tuhan selain Allah, dan Partai Baath adalah musuh Allah."

Bukan cuma kaum perempuan itu yang marah terhadap Partai Baath. Jenderal Tommy Frank, komandan pasukan Amerika Serikat di Irak, masih tersengat histeria penaklukan Irak dengan membredel Partai Baath sehari sebelum penemuan kuburan massal itu. "Partai Sosialis Baath Irak dibubarkan," ujar Frank. Tapi pembubaran Partai Baath dinilai hanya aksi gagah-gagahan Amerika. Buktinya, sebagian bekas pejabat tinggi Irak masih bekerja sebagaimana biasa—mereka adalah anggota Partai Baath. Memang, dari 1,5 juta anggota Partai Baath, sebagian besar memilih masuk ke partai itu karena sikap pragmatis: demi kedudukan dan tekanan rasa takut.

Raihul Fadjri (Reuters, AP, Washington Post, New York Times)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data