|
Sekitar 200 warga Arab Israel menggelar aksi protes di gedung pengadilan Tel Aviv, Selasa pekan lalu. Pasalnya, polisi menangkap Syekh Raed Salah, 44 tahun, pemimpin Gerakan Islam (GI), di Umm al Fahm, kota terbesar komunitas Arab di Israel. Padahal warga Arab di Israel umumnya kelompok moderat. Polisi juga menciduk 14 anggota GI lainnya.
Ada apa? Rupanya polisi Israel dua tahun belakangan menelisik persekongkolan GI dengan kelompok Hamas, yang biasa mengirim misi bom bunuh diri ke wilayah Israel. Polisi menuduh GI, yang mendapat sumbangan miliaran dolar dari negara muslim, menyalurkannya ke kelompok militan Palestina.
Syekh Kamal Khatib, Wakil Ketua Gerakan Islam, membantah tuduhan itu. Me-nurut Kamal, GI menyalurkan bantuan kepada penduduk miskin. Tapi Kamal mengaku organisasinya membantu tidak lewat pihak lain. Di Gaza, Ismail Haniya, pemimpin Hamas, juga mengakui tak ada kontak antara kedua organisasi.
Raihul Fadjri (Reuters, AP, Washington Post, New York Times)
|