Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXXII/19 - 25 Mei 2003
   
Laporan Khusus

Tonggak-Tonggak Masa Balita

Lima tahun telah beranjak sejak reformasi dilahirkan pada Mei 1998. Apa saja rangkaian peristiwa terpenting yang mewarnai masa ”balita” reformasi Indonesia?

1998

Maret-Mei

Gelombang demonstrasi besar-besaran menuntut mundurnya Soeharto dipelopori para mahasiswa. Nilai dolar bergerak dari Rp 2.400 per dolar AS pada Juli 1997 hingga menembus angka Rp 15.000.

10-11 Maret

Soeharto dilantik kembali menjadi Presiden RI dalam Sidang Umum MPR 1998.

5 Mei:

Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak naik dari Rp 700 (1993) menjadi Rp 1.200 per liter.

12 Mei

Empat mahasiswa Universitas Trisakti—Hendriawan, Elang Mulya Lesmana, Hery Hertanto, Hafidin Royan—ditembak saat berdemo di kampus mereka.

13 Mei-14 Mei

Kerusuhan dan penjarahan besar-besaran melanda Jakarta hingga Solo.

16 Mei

Pemerintah kembali menurunkan harga BBM ke Rp 1.000.

17 Mei

Angka resmi jumlah korban tewas akibat kerusuhan Mei mencapai 499 orang. Lebih dari 4.000 rumah dan bangunan hancur atau dibakar massa.

18 Mei

Ribuan mahasiswa mulai menduduki Gedung MPR/DPR Senayan menuntut MPR menggelar sidang istimewa.

21 Mei

Presiden Soeharto menyatakan berhenti dan mengalihkan jabatan presiden kepada B.J. Habibie.

26 Juni

Bekas Presiden Soeharto datang ke Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan menyerahkan konsep surat kuasa pelacakan hartanya di luar negeri.

10 November

Abdurrahman Wahid, Amien Rais, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Megawati meneken Kesepakatan Ciganjur.

10-13 November

Sidang Istimewa MPR 1998 digelar dan menghasilkan 12 ketetapan. Sidang ini digugat mahasiswa karena mempertahankan kursi ABRI di DPR.

13 November

Mahasiswa menggelar demo akbar menentang hasil SI MPR. Enam mahasiswa tewas dalam tragedi berdarah ini, yang dikenal dengan nama Peristiwa Semanggi.

18 November

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan: 22 orang tewas, 39 luka tembak, 84 orang luka ringan dan berat, 20 orang hilang dalam Peristiwa Semanggi.

22 November

Di Jalan Ketapang, Jakarta, 11 gereja dibakar. Delapan hari kemudian, 10 masjid dan musala dihancurkan di Kupang, disusul pembakaran dua gereja di Pangandaran. Inilah awal pecahnya kerusuhan berlatar SARA di Maluku dan Kalimantan.

9 Desember

Soeharto diperiksa untuk pertama kalinya di Gedung Kejaksaan Tinggi Jakarta Selatan.

1999

19 Februari

Tommy Soeharto, Ricardo Gelael, Beddu Amang menjadi terdakwa dalam kasus tukar guling PT Goro-Bulog.

7 Maret

Deklarasi Partai Golkar di Stadion Utama Senayan.

7 Juni

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memenangkan pemilu 1999.

12 April

Tommy Soeharto mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

31 Agustus:

Referendum digelar di Timor Timur. Hasilnya, lebih dari 90 persen warga Tim-Tim memilih berpisah dari Indonesia.

14 Oktober

Tommy Soeharto divonis bebas.

19 Oktober

MPR menolak pidato pertanggungjawaban Presiden Habibie.

20 Oktober

Abdurrahman Wahid dipilih sebagai Presiden RI keempat dalam Sidang Paripurna MPR 1999 dengan dukungan Poros Tengah.

21 Oktober

Megawati terpilih sebagai wakil presiden.

5 November

Jaksa mengajukan kasasi atas bebasnya Tommy Soeharto.

6 Desember

Jaksa Agung Marzuki Darusman mencabut SP3 kasus Soeharto. Soeharto mempraperadil-ankan Kejaksaan Agung.

2000

1 Februari

Menurut Menteri Pertahanan Mahfud Md., Menko Perekonomian Rizal Ramli menyatakan Rp 90 miliar dana Bulog masuk ke kas Golkar—inilah awal mula kasus Buloggate II.

31 Maret

Soeharto resmi menjadi tersangka.

15 April

Status hukum Soeharto naik menjadi tahanan.

24 April

Presiden Abdurrahman Wahid memecat Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN Laksamana Sukardi (PDIP) dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla (Golkar).

1 Mei

Bekas Kepala Bulog Jusuf Kalla menyatakan kalangan Istana telah menggangsir dana Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bulog (Yanatera) Rp 35 miliar. Bersama dengan kasus pemecatan dua menteri di atas, DPR mulai menggoyang Presiden. Kasus ini dikenal sebagai Buloggate I.

26 Mei

Hak interpelasi soal pencopotan Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla diteken oleh 278 anggota DPR.

29 Mei

Status hukum Soeharto naik menjadi tahanan rumah.

9 Juli

Mantan Kepala Bulog Rahardi Ramelan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bulog (Buloggate II) senilai Rp 54,6 miliar.

3 Agustus

Soeharto dinyatakan sebagai terdakwa.

31 Agustus

Sidang pengadilan Soeharto digelar untuk pertama kalinya di Aula Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

5 September

DPR menyetujui pembentukan panitia khusus (pansus) kasus Bulog dan sumbangan Sultan Brunei. Dalam kasus Bulog, Presiden diduga terlibat persekongkolan membobol dana Yanatera.

22 September

Tommy Soeharto divonis bersalah 18 bulan penjara dan ganti rugi Rp 30 miliar kepada negara.

5 Oktober

Tommy dan Presiden Abdurrahman Wahid bertemu di Hotel Borobudur. Tommy mengajukan permohonan grasi.

3 November

Tommy Soeharto menghilang.

29 November

151 anggota DPR mengajukan memorandum (peringatan) kepada Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap telah menyalahgunakan kekuasaan.

2001

22 Juli

Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan dekrit. Salah satu butir dekrit adalah membekukan lembaga DPR/MPR RI.

23 Juli

MPR/DPR menolak dekrit tersebut. Presiden Abdurrahman dipaksa mundur oleh MPR melalui sebuah Sidang Istimewa MPR. Dalam sidang ini pula MPR mengukuhkan Megawati menjadi presiden.

26 Juli

Duet Megawati dan Hamzah Haz dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

11 Oktober

Akbar mengaku menerima dana dari Bulog, tapi sudah disalurkan ke sebuah yayasan atas rekomendasi Menko Kesra.

31 Oktober

Usai diperiksa di kejaksaan untuk kasus Buloggate II, Akbar menyebut nama Yayasan Raudatul Jannah sebagai penerima uang Bulog yang disalurkan oleh Golkar.

11 November

Ketua Umum Presidium Dewan Papua, Theys Hiyo Eluay, dibunuh.

29 November

Tommy Soeharto tertangkap di Jalan Maleo, Bintaro Jaya Sektor IX, Jakarta Selatan.

Desember

Deklarasi Malino, yang mengakhiri pertikaian antara kelompok Kristen dan Islam di Poso, ditandatangani.

2002

20 Mei

Provinsi Timor Timur resmi merdeka dan lepas dari Indonesia.

Juli:

Puluhan ribu tenaga kerja ilegal mengalir pulang ke Kalimantan menyusul ancaman hukuman imigrasi Malaysia yang berlaku pada 1 Agustus 2002.

26 Juli

Tommy Soeharto divonis 15 tahun hukuman bui. Dia menjalankan hukumannya di Penjara Nusakambangan.

Agustus:
Undang-Undang Dasar diamendemen untuk keempat kalinya. Konstitusi baru ini antara lain memutuskan pemilihan presiden langsung oleh rakyat dalam dua putaran.

11 September
Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara memeriksa harta Jaksa Agung M.A. Rachman. Dia dituduh telah melanggar sumpah jabatannya dan menyembunyikan kekayaan yang seharusnya dia laporkan.

8 Oktober
Tujuh orang—semuanya anggota Kopassus—ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Ketua Umum Dewan Presidium Papua, Theys Hiyo Eluay.

12 Oktober

Bom meledak di Kuta, Bali, menewaskan 198 nyawa—korban terbanyak adalah turis Australia dan Inggris. Imam Samudra, Muchlas, dan Ali Gufron didakwa untuk peledakan ini.

19 Oktober

Lahir Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

3 Desember

Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara merekomendasikan pemberhentian Jaksa Agung M.A. Rachman kepada Presiden Megawati.

17 Desember

Indonesia kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan. Melalui Pengadilan Internasional di Den Haag, kedua pulau itu jatuh ke tangan Malaysia.

2003

12 Mei

Sidang kasus peledakan bom di Kuta, Bali, mulai digelar. Tersangka utamanya adalah tiga bersaudara Amrozy, Ali Gufron, dan Muchlas.

15 Mei

Pemerintah memutuskan melakukan operasi militer di Aceh dan menjadikan Aceh sebagai daerah darurat sipil.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data