Tonggak-Tonggak Masa Balita |
Lima tahun telah beranjak sejak reformasi dilahirkan pada Mei 1998. Apa saja rangkaian peristiwa terpenting yang mewarnai masa ”balita” reformasi Indonesia?
1998
Maret-Mei
Gelombang demonstrasi besar-besaran menuntut mundurnya Soeharto dipelopori para mahasiswa. Nilai dolar bergerak dari Rp 2.400 per dolar AS pada Juli 1997 hingga menembus angka Rp 15.000.
10-11 Maret
Soeharto dilantik kembali menjadi Presiden RI dalam Sidang Umum MPR 1998.
5 Mei:
Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak naik dari Rp 700 (1993) menjadi Rp 1.200 per liter.
12 Mei
Empat mahasiswa Universitas Trisakti—Hendriawan, Elang Mulya Lesmana, Hery Hertanto, Hafidin Royan—ditembak saat berdemo di kampus mereka.
13 Mei-14 Mei
Kerusuhan dan penjarahan besar-besaran melanda Jakarta hingga Solo.
16 Mei
Pemerintah kembali menurunkan harga BBM ke Rp 1.000.
17 Mei
Angka resmi jumlah korban tewas akibat kerusuhan Mei mencapai 499 orang. Lebih dari 4.000 rumah dan bangunan hancur atau dibakar massa.
18 Mei
Ribuan mahasiswa mulai menduduki Gedung MPR/DPR Senayan menuntut MPR menggelar sidang istimewa.
21 Mei
Presiden Soeharto menyatakan berhenti dan mengalihkan jabatan presiden kepada B.J. Habibie.
26 Juni
Bekas Presiden Soeharto datang ke Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan menyerahkan konsep surat kuasa pelacakan hartanya di luar negeri.
10 November
Abdurrahman Wahid, Amien Rais, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Megawati meneken Kesepakatan Ciganjur.
10-13 November
Sidang Istimewa MPR 1998 digelar dan menghasilkan 12 ketetapan. Sidang ini digugat mahasiswa karena mempertahankan kursi ABRI di DPR.
13 November
Mahasiswa menggelar demo akbar menentang hasil SI MPR. Enam mahasiswa tewas dalam tragedi berdarah ini, yang dikenal dengan nama Peristiwa Semanggi.
18 November
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan: 22 orang tewas, 39 luka tembak, 84 orang luka ringan dan berat, 20 orang hilang dalam Peristiwa Semanggi.
22 November
Di Jalan Ketapang, Jakarta, 11 gereja dibakar. Delapan hari kemudian, 10 masjid dan musala dihancurkan di Kupang, disusul pembakaran dua gereja di Pangandaran. Inilah awal pecahnya kerusuhan berlatar SARA di Maluku dan Kalimantan.
9 Desember
Soeharto diperiksa untuk pertama kalinya di Gedung Kejaksaan Tinggi Jakarta Selatan.
1999
19 Februari
Tommy Soeharto, Ricardo Gelael, Beddu Amang menjadi terdakwa dalam kasus tukar guling PT Goro-Bulog.
7 Maret
Deklarasi Partai Golkar di Stadion Utama Senayan.
7 Juni
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memenangkan pemilu 1999.
12 April
Tommy Soeharto mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
31 Agustus:
Referendum digelar di Timor Timur. Hasilnya, lebih dari 90 persen warga Tim-Tim memilih berpisah dari Indonesia.
14 Oktober
Tommy Soeharto divonis bebas.
19 Oktober
MPR menolak pidato pertanggungjawaban Presiden Habibie.
20 Oktober
Abdurrahman Wahid dipilih sebagai Presiden RI keempat dalam Sidang Paripurna MPR 1999 dengan dukungan Poros Tengah.
21 Oktober
Megawati terpilih sebagai wakil presiden.
5 November
Jaksa mengajukan kasasi atas bebasnya Tommy Soeharto.
6 Desember
Jaksa Agung Marzuki Darusman mencabut SP3 kasus Soeharto. Soeharto mempraperadil-ankan Kejaksaan Agung.
2000
1 Februari
Menurut Menteri Pertahanan Mahfud Md., Menko Perekonomian Rizal Ramli menyatakan Rp 90 miliar dana Bulog masuk ke kas Golkar—inilah awal mula kasus Buloggate II.
31 Maret
Soeharto resmi menjadi tersangka.
15 April
Status hukum Soeharto naik menjadi tahanan.
24 April
Presiden Abdurrahman Wahid memecat Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN Laksamana Sukardi (PDIP) dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla (Golkar).
1 Mei
Bekas Kepala Bulog Jusuf Kalla menyatakan kalangan Istana telah menggangsir dana Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bulog (Yanatera) Rp 35 miliar. Bersama dengan kasus pemecatan dua menteri di atas, DPR mulai menggoyang Presiden. Kasus ini dikenal sebagai Buloggate I.
26 Mei
Hak interpelasi soal pencopotan Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla diteken oleh 278 anggota DPR.
29 Mei
Status hukum Soeharto naik menjadi tahanan rumah.
9 Juli
Mantan Kepala Bulog Rahardi Ramelan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bulog (Buloggate II) senilai Rp 54,6 miliar.
3 Agustus
Soeharto dinyatakan sebagai terdakwa.
31 Agustus
Sidang pengadilan Soeharto digelar untuk pertama kalinya di Aula Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.
5 September
DPR menyetujui pembentukan panitia khusus (pansus) kasus Bulog dan sumbangan Sultan Brunei. Dalam kasus Bulog, Presiden diduga terlibat persekongkolan membobol dana Yanatera.
22 September
Tommy Soeharto divonis bersalah 18 bulan penjara dan ganti rugi Rp 30 miliar kepada negara.
5 Oktober
Tommy dan Presiden Abdurrahman Wahid bertemu di Hotel Borobudur. Tommy mengajukan permohonan grasi.
3 November
Tommy Soeharto menghilang.
29 November
151 anggota DPR mengajukan memorandum (peringatan) kepada Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap telah menyalahgunakan kekuasaan.
2001
22 Juli
Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan dekrit. Salah satu butir dekrit adalah membekukan lembaga DPR/MPR RI.
23 Juli
MPR/DPR menolak dekrit tersebut. Presiden Abdurrahman dipaksa mundur oleh MPR melalui sebuah Sidang Istimewa MPR. Dalam sidang ini pula MPR mengukuhkan Megawati menjadi presiden.
26 Juli
Duet Megawati dan Hamzah Haz dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.
11 Oktober
Akbar mengaku menerima dana dari Bulog, tapi sudah disalurkan ke sebuah yayasan atas rekomendasi Menko Kesra.
31 Oktober
Usai diperiksa di kejaksaan untuk kasus Buloggate II, Akbar menyebut nama Yayasan Raudatul Jannah sebagai penerima uang Bulog yang disalurkan oleh Golkar.
11 November
Ketua Umum Presidium Dewan Papua, Theys Hiyo Eluay, dibunuh.
29 November
Tommy Soeharto tertangkap di Jalan Maleo, Bintaro Jaya Sektor IX, Jakarta Selatan.
Desember
Deklarasi Malino, yang mengakhiri pertikaian antara kelompok Kristen dan Islam di Poso, ditandatangani.
2002
20 Mei
Provinsi Timor Timur resmi merdeka dan lepas dari Indonesia.
Juli:
Puluhan ribu tenaga kerja ilegal mengalir pulang ke Kalimantan menyusul ancaman hukuman imigrasi Malaysia yang berlaku pada 1 Agustus 2002.
26 Juli
Tommy Soeharto divonis 15 tahun hukuman bui. Dia menjalankan hukumannya di Penjara Nusakambangan.
Agustus: Undang-Undang Dasar diamendemen untuk keempat kalinya. Konstitusi baru ini antara lain memutuskan pemilihan presiden langsung oleh rakyat dalam dua putaran.
11 September Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara memeriksa harta Jaksa Agung M.A. Rachman. Dia dituduh telah melanggar sumpah jabatannya dan menyembunyikan kekayaan yang seharusnya dia laporkan.
8 Oktober Tujuh orang—semuanya anggota Kopassus—ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Ketua Umum Dewan Presidium Papua, Theys Hiyo Eluay.
12 Oktober
Bom meledak di Kuta, Bali, menewaskan 198 nyawa—korban terbanyak adalah turis Australia dan Inggris. Imam Samudra, Muchlas, dan Ali Gufron didakwa untuk peledakan ini.
19 Oktober
Lahir Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
3 Desember
Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara merekomendasikan pemberhentian Jaksa Agung M.A. Rachman kepada Presiden Megawati.
17 Desember
Indonesia kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan. Melalui Pengadilan Internasional di Den Haag, kedua pulau itu jatuh ke tangan Malaysia.
2003
12 Mei
Sidang kasus peledakan bom di Kuta, Bali, mulai digelar. Tersangka utamanya adalah tiga bersaudara Amrozy, Ali Gufron, dan Muchlas.
15 Mei
Pemerintah memutuskan melakukan operasi militer di Aceh dan menjadikan Aceh sebagai daerah darurat sipil.
|