Lima Tahun Setelah Hari Berdarah itu |
Ketika dicetuskan lima tahun lalu, setelah melalui hari-hari berdarah, banyak orang percaya reformasi bisa mengatasi segalanya. Pemerintahan yang demokratis akan terpilih dan tak ada lagi perut yang lapar. Soeharto dengan kedigdayaannya selama 32 tahun diyakini telah terkubur, dan masa depan Indonesia yang gilang-gemilang tinggal sepelemparan batu.
Lalu, pemerintahan sipil datang dan pergi. Mula-mula Habibie, kemudian Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Semua dengan pola yang hampir serupa: harapan yang tinggi di awalnya, lalu kekecewaan di tengah dan akhirnya.
Kemudian orang bernostalgia tentang masa lalu, ketika Soeharto berkuasa, sebelum krisis datang berkepanjangan.
Betulkah orang merindukan kembali penguasa Orde Baru itu? Apa yang sesungguhnya telah kita capai setelah lima tahun? Apa yang salah dengan perubahan politik 1998 dan sesudahnya? Ataukah hanya kita yang kurang sabar meniti perubahan?
|