|
Reformasi, Katanya. Tapi mungkin 'Tumpas Kelor' terhadap Ingatan
|
|
Lima Tahun Setelah Hari Berdarah itu
|
|
Sihir yang Hilang setelah Reformasi
Pemerintahan pasca-Orde Baru dianggap tak berhasil menyejahterakan rakyat dan sebagian masyarakat kini merindukan Soeharto, sebuah kisah tentang ironi reformasi.
|
|
Tonggak-Tonggak Masa Balita
|
|
Di Balik Detik-Detik itu
Hari yang bersejarah itu, pengunduran diri Soeharto, tak pernah terduga bisa datang. Inilah kisah seru detik-detik menjelang 21 Mei 1998.
|
|
Soeharto, Hari-Hari ini
Meski pernah terserang stroke dan mengidap alphasia, bekas orang terkuat Indonesia itu tampak masih sehat. Tapi tangan kanannya lamban, bicaranya gagap. Sehari-hari ia mengaji, membaca, dan nonton Ketoprak Humor, malam-malam sering menangis.
|
|
Jejak-Jejak Anak Cendana
Meskipun tak serakus dulu, perusahaan keluarga Soeharto tetap bermekaran. Bimantara, meskipun makin ramping, jadi lebih sehat. Humpuss tenang-tenang tapi menguntungkan.
|
|
Gurita Langsing yang Sehat
|
|
Bekas anggota Partai Komunis Indonesia merasa masih ada diskriminasi atas hak sipil dan politik mereka.
|