Presiden Sebaiknya Tamat Sarjana |
Setujukah Anda salah satu syarat calon presiden harus memiliki gelar sarjana? (9 - 16 Mei 2003) | | Ya |  | | 64,8% | 688 | | Tidak |  | | 33,9% | 269 | | 3.53% |  | | 1,2% | 360 | | Total | 100% | 1.061 |
Urusan merumuskan syarat presiden yang tepat, penting untuk kelangsungan sebuah negara bersistem presidensial. Pada zaman Abdurrahman Wahid, syarat sehat jasmani dan rohani dinomorduakan. Gus Dur pun tak tamat sarjana. Lalu Megawati Soekarnoputri menjadi presiden tanpa terhalang syarat harus lulus sebagai sarjana. Itu pun karena kondisi politik dan kesepakatan partai-partai politik—apalagi Soeharto yang juga tak tamat sarjana.
Kompleksitas masalah ekonomi, politik, dan pluralitas masyarakat Indonesia membutuhkan pemimpin yang berintelektual cukup, di samping integritas, standar moral yang tinggi, dan dipilih oleh rakyat melalui pemilu. Namun partai politik besar beranggapan pemimpin ideal bisa didapat tanpa dia harus lulus sarjana. Pernah duduk di bangku kuliah cukuplah. Itulah akhirnya yang mereka sepakati ketika menetapkan syarat (sementara) calon Presiden Indonesia cukup pernah kuliah.
Lain halnya pendapat pengakses Tempo Interaktif pekan lalu. Sekitar 65 persen dari mereka berpendapat presiden Indonesia harus sarjana. Cuma 34 persen yang menyatakan syarat itu tak perlu, dan 1,2 persen yang tak berpendapat.
Indikator Pekan Ini:
Burhanuddin Abdullah akhirnya terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia menggantikan Syahril Sabirin, yang habis masa jabatannya pada 17 Mei 2003. Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR, ia mengumpulkan 34 dari 52 suara, mengalahkan dua calon lainnya, Miranda S. Goeltom yang mengantongi 18 suara, dan Cyrillus Harinowo yang tak mendapat suara.
Menurut Ketua Bappenas Kwik Kian Gie, Burhanuddin cocok menjabat Gubernur BI karena relatif tak terkait dengan kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI), yang mencoreng bank sentral itu. Tapi justru skandal yang melibatkan dana hingga Rp 144,5 triliun itulah warisan masa lalu yang harus diselesaikannya. Apakah dia akan sukses? Sampaikan pendapat Anda melalui situs www.tempointeraktif.com Selamat mengklik situs kami, yang enak dibaca dan perlu.
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|