Manajemen Kembar Semen Padang |
Setelah menunggu satu setengah tahun, PT Semen Gresik akhirnya berhasil mengganti manajemen PT Semen Padang. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Semen Padang pada Senin pekan lalu memilih Dwi Soetjipto menjadi Direktur Utama Semen Padang, menggantikan Ikhdan Nizar. Dwi bukanlah orang luar. Sebelumnya, dia menjadi Direktur Penelitian dan Pengembangan Semen Padang. Selain menaikkan Dwi, pemegang saham juga mengangkat Ismed Yuzairi sebagai komisaris utama. Ismed sebelumnya pernah menjadi Panglima Kodam Bukit Barisan. Anggota direksi dan komisaris yang lama juga digantikan dalam waktu yang sama.
Namun Ikhdan walk out dari RUPSLB karena menganggap rapat itu tidak sah. Dia juga mengaku masih menjadi Direktur Utama Semen Padang yang sah. "Kami hanya mengakui jajaran direksi yang baru," kata Roes Aryawijaya, Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Telekomunikasi, dan Industri Strategis. Ini merupakan puncak perseteruan antara Semen Gresik dan anak perusahaannya, Semen Padang. Sudah dua kali manajemen Semen Gresik meminta pemegang saham menyelenggarakan RUPSLB untuk menggantikan manajemen lama. Namun permintaan itu ditolak oleh Pengadilan Negeri Padang. Baru belakangan keputusan pengadilan itu dianulir oleh Mahkamah Agung. Sayangnya, keputusan ini justru melahirkan manajemen kembar.
|