|
Kabar baik itu akhirnya datang juga. Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor's (S&P), menaikkan peringkat surat utang pemerintah Indonesia dalam valuta asing dari CCC+ menjadi B-. Selain itu, peringkat surat utang pemerintah jangka panjang dalam rupiah meningkat dari B- menjadi B. Menurut Direktur S&P, Takahira Ogawa, kenaikan peringkat ini mencerminkan kondisi semakin kecilnya kemungkinan pemerintah meminta penjadwalan utang. "Hal ini dimungkinkan karena membaiknya posisi fiskal, cadangan devisa, dan neraca pembayaran luar negeri," demikian pernyataan Ogawa yang dirilis Senin pekan lalu.
Membaiknya peringkat Indonesia tecermin dari derasnya arus modal asing ke Bursa Efek Jakarta. Berdasarkan data Bloomberg, dalam enam hari terakhir, aliran bersih dana asing ke Bursa Jakarta mencapai sekitar Rp 11 triliun (US$ 1,3 miliar). Menariknya, pada saat yang sama, persetujuan penanaman modal asing pada triwulan pertama 2003 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu naik hampir 70 persen menjadi US$ 3,14 miliar. Di tengah berbagai sentimen negatif tentang Indonesia, termasuk kemungkinan terjadinya perang di Nanggroe Aceh Darussalam, dua soal ini jelas kabar yang menyejukkan.
|