Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXXII/19 - 25 Mei 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Dicari, Pengganti Miranda

PEKAN lalu adalah pekan terakhir Miranda Swaray Goeltom berkantor di Kebon Sirih, markas Bank Indonesia. Terhitung sejak 17 Mei, ia harus lengser dari kursi Deputi Gubernur BI, seiring dengan periode jabatan dia yang memasuki masa kedaluwarsa. Pada tanggal itu, gubernur sebelumnya, Syahril Sabirin, juga usai masa baktinya di bank sentral.

Guna mencari pengganti Miranda, Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan Max Moein memastikan, pada Senin ini parlemen akan kembali menggelar uji kelayakan dan kepantasan. Kontes ini tak kalah penting dibandingkan dengan penentuan Gubernur BI. Pos yang ditinggalkan Miranda sangatlah strategis: riset, kebijakan, dan statistik moneter. Orang sering bilang, di sinilah jantung bank sentral terletak.

Lalu siapa kandidatnya? Namanya sudah disorongkan Gubernur Syahril Sabirin sejak 17 Februari lalu. Melalui suratnya ke pimpinan Dewan, Syahril telah mengusulkan tiga nama: Siti Ch. Fadjrijah, Hartadi A. Sarwono, dan Bambang Sindu Wahyudi.

Ketiganya merupakan "orang dalam" Kebon Sirih. Siti saat ini masih menjabat Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan BI, Hartadi masih menjadi Kepala Perwakilan BI di Tokyo, Jepang, adapun Bambang menduduki kursi Direktur Teknologi Informasi BI.

Melihat latar belakangnya, Direktur Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Iman Sugema, menilai mereka memiliki kemampuan dan pengalaman relatif yang sama. Jadi, menurut dia, yang harus partama-tama diprioritaskan para wakil rakyat dalam menilai adalah aspek moral dan akhlak. "Itu jelas terlihat dari track record ketiga calon," katanya.

Namun, di Senayan, sikap dua partai besar—PDIP dan Golkar—belum jelas terbaca. Dari "kandang Banteng Merah", Max Moein hanya memberi penjelasan mengambang. Kata dia, suara fraksinya akan disalurkan kepada kandidat yang dinilai paling mumpuni.

Golkar lebih memilih mengedepankan aspek moral, seperti halnya Iman Sugema. Wakil Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan dari "Fraksi Kuning", Paskah Suzetta, menyatakan pihaknya akan mengedepankan aspek moral dan integritas, baru disusul faktor kemampuan.

Namun Paskah menilai, dari ketiga calon, yang paling berpeluang adalah Siti Fadjrijah dan Hartadi. Alasannya, "Selain karena lebih berpengalaman, kedua orang itu juga sudah pernah dua kali mengikuti fit and proper test."

Setri Yasra


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data