Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/XXXII/12 - 18 Mei 2003
   
Olahraga

Perhitungan Sang Pengumpan

David Beckham dinobatkan menjadi pemain sepak bola terkaya di dunia. Kenapa dia emoh hengkang ke Madrid?

PUPUS sudah semua rumor itu. Real Madrid, yang semula digembar-gemborkan akan menggandeng David Beckham ke Santiago Bernabeu, Madrid, akhirnya membantah sendiri. Eh, seperti berbalas pantun, pihak Manchester United ikut menyanggah. Gongnya dipukul Beckham dengan sebaris kalimat, Selasa pekan silam. "Aku tahu manajer menginginkanku untuk tetap tinggal di sini. Dan itulah yang terbaik untukku," katanya.

Keputusan itu merupakan kado istimewa bagi penggemarnya, di samping gelar juara Liga Utama Inggris yang baru saja diraih Manchester United. Bagaimanapun, para penggila tim "Setan Merah" sempat ketar-ketir karena yang mengincar Beckham adalah klub kaya raya yang terbukti mampu memboyong sejumlah pemain top dunia, termasuk Zinedine Zidane dan Ronaldo. Tapi kini mereka bungah. "Sejak semula, saya yakin dia tak akan pindah," ujar Samuel Rismana, Presiden Indomanutd—perkumpulan penggemar Manchester United di Indonesia.

Apa yang membuat Beckham tak goyah? Utang budi mungkin salah satu penyebabnya. David Beckham, yang sejatinya berasal dari London, memang tumbuh menjadi pemain besar lewat gemblengan klub Manchester United. Itulah yang membuat pemain yang lihai mengumpan bola ini enggan meninggalkan klub tersebut.

Lagi pula, dari kalkulasi uang yang bakal diperolehnya, tetap tinggal di Old Trafford (markas Manchester United) akan lebih menguntungkan. Antara dirinya dan Setan Merah memang telah terjadi simbiosis yang saling menyenangkan. Lewat Beckham, klub ini bisa mengeruk berjuta-juta berlian. Sebaliknya, bermain di Manchester United, pengumpan matang ini memperoleh banyak penghasilan sampingan yang jumlahnya hampir menyamai fulus yang diperolehnya di lapangan.

Mau bukti? Pekan lalu, majalah France Football memuat daftar pemain sepak bola dunia yang paling banyak menimbun duit. Pendapatan itu dihitung dari gaji, bonus, dan iklan selama setahun terakhir. David Beckham diberitakan mendapatkan penghasilan terbesar, sebanyak 15 juta euro atau sekitar Rp 150 miliar. Urutan selanjutnya diduduki Zinedine Zidane dan Ronaldo, yang masing-masing mendapatkan penghasilan sekitar Rp 140 miliar dan Rp 117 miliar.

Jika dihitung, seluruh kekayaan Beckham dan istrinya, Victoria, sungguh menggiurkan. Sampai saat ini, totalnya mencapai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp 675 miliar. Ini memancing komentar Marcel Desailly, kapten kesebelasan Chelsea. Menurut dia, keberhasilan Beckham menjadi pemain yang paling tajir itu karena sosoknya lebih identik dengan pelaku showbiz ketimbang pemain sepak bola.

Di mata Desailly, si Pengumpan Matang sadar betul dengan kelebihan yang dimilikinya. Selain kemampuan bermain sepak bolanya mumpuni, tampangnya bikin ngiler kaum wanita. Yang lebih penting, Beckham memiliki orang yang penciuman bisnisnya sangat peka. "Dia dikelilingi orang yang memberikan nasihat, dari soal sepatu yang dipakai sampai tato yang ditorehkan di kulitnya," katanya.

Orang di sekelilingnya memang luar biasa. Salah satunya adalah istrinya sendiri, Victoria, bekas personel Spice Girls, yang paham betul lekuk liuk showbiz di negeri itu. Dan Beckham pun menjadi makhluk yang laku. Dia tercatat menjadi model iklan untuk berbagai produk, seperti Marks & Spencer, Vodafone, kacamata Police, Brylcreem, Pepsi, Castrol, dan Adidas.

Nah, kepopuleran itu belum tentu bisa didapatkannya di luar Inggris. "Di Spanyol, dia tidak akan menjadi bintang seperti yang dialaminya di Inggris," kata John Moore, seorang analis bisnis sepak bola. Pengalaman buruk para pendahulunya bisa menjadi pelajaran. Gary Lineker, bintang Inggris pada 1980-an, langsung redup bintangnya saat merumput di Barcelona. Begitu pula Paul Gascoigne saat bergabung dengan Lazio, Italia. Pendeknya, kata Moore, "Begitu keluar dari Inggris, mereka nyaris terlupakan."

Seakurat umpannya di lapangan, keputusan Beckham untuk tetap berada di Old Trafford pun cukup tepat.

Irfan Budiman


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data