Cerita Tersisa Haji Hamzah Rombongan haji Hamzah Haz menunggak pembayaran tiket dan kelebihan bagasi. Dilunasi dua bulan kemudian. |
TENTU bukan urusan biasa jika Finance Manager PT Garuda, Abdul Mutholib, bertandang ke Sekretariat Wakil Presiden di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sekitar awal April lalu. Belakangan diketahui, kunjungan itu tiada lain untuk menagih tunggakan tiket dan kelebihan bagasi rombongan haji Wakil Presiden Hamzah Haz awal Februari lalu.
Kabar ihwal tunggakan ini muncul setelah satu media di Jakarta menurunkan sebuah tulisan, akhir April lalu. Total tunggakan yang belum dibayar sebesar US$ 121.317, atawa sekitar Rp 1,031 miliar—dengan kurs satu dolar Rp 8.500. Padahal setiap tiket sudah mendapat potongan harga 25-50 persen dari tarif normal. Rinciannya, 50 tiket mendapat potongan 50 persen, yakni 23 tiket bisnis menjadi US$ 19.435 dan 27 tiket ekonomi menjadi US$ 16.389. Selain itu, 66 tiket ekonomi mendapat potongan 25 persen, menjadi US$ 59.796.
Jadi, total biaya tiket US$ 95.620. Dari seluruh tiket, yang telah dibayar barulah delapan tiket ekonomi. Kemudian terdapat tiga tiket—dua bisnis dan satu ekonomi—yang dikembalikan ke pihak penerbangan. Total biaya tiket yang belum dibayar mencapai US$ 88.243. Selain itu, ternyata rombongan berjumlah 107 orang itu juga belum membayar biaya kelebihan bagasi penerbangan Jeddah-Jakarta. Di sini muncul angka US$ 33.074.
Hamzah naik haji menggunakan jasa PT Menan Ekspressindo. Biro perjalanan inilah yang mengurus semua keperluan rombongan selama di Tanah Suci. Namun, Menan mengaku tak menangani urusan tiket dan bagasi. "Soal tiket ndak saya handling," kata Direktur Utama PT Menan, Nasril Nazir, kepada Edy Can dari Tempo News Room. Pembayaran untuk PT Menan, sekitar US$ 400 ribu-500 ribu, sudah lunas.
Kabar tak mengenakkan ini membuat Sekretariat Wakil Presiden kelabakan. Sekretariat sempat memanggil Ahmad Farial, anggota DPR dari Fraksi PPP, yang juga orang dekat Hamzah. Sebab, dialah koordinator dan penanggung jawab rombongan. Menurut Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Wakil Presiden, Nizar Mahyudin, pihaknya tak mengerti masalah ini sampai kedatangan Finance Manager Garuda tersebut. "Mereka meminta bantuan agar tunggakan ongkos tiket dan kelebihan bagasi itu bisa segera dilunasi," kata Nizar.
Ahmad Farial ketika dikonfirmasi mengakui keterlambatan pembayaran tersebut. "Itu ada yang kelupaan, yang overweight, karena lama enggak ditagih-tagih," katanya. "Tapi sudah selesai. Saya sudah bayar. Boleh tanya kepada Indra Setiawan (Direktur Utama Garuda—Red.)," ia menambahkan. Hamzah kepada wartawan juga menyampaikan komentar serupa. "Semuanya sudah diselesaikan," tuturnya, saat mengikuti peringatan Hari Lahir Gerakan Pemuda Anshor ke-69 di Sekretariat PP Anshor, Jakarta, 24 April lalu.
Farial tak ingat persis kapan dan berapa besar biaya tunggakan yang sudah dibayar. Berdasarkan data di Sekretariat Wakil Presiden, tunggakan biaya tiket sebesar US$ 88.243 dibayar pada 21 April 2003, sedangkan biaya kelebihan bagasi sebesar US$ 33,074 dilunasi tiga hari kemudian. Padahal, Hamzah kembali dari haji 19 Februari lalu.
Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia, Pujobroto, mengakui pembayaran kekurangan tiket memang atas persetujuan pihaknya. "Piutang pembelian tiket adalah dengan persetujuan Garuda untuk dilunasi setelah rombongan kembali ke Tanah Air," katanya. Garuda juga memberikan catatan tambahan, tanggungan ini bukan atas nama lembaga wakil presiden atau Sekretariat Wakil Presiden, karena perjalanan Hamzah merupakan perjalanan pribadi.
Dalam invoice, yang tertera sebagai penanggung jawab adalah Ahmad Farial. "Enggak ada invoice atas nama Pak Hamzah, semuanya atas nama saya," katanya. "Jadi, Hamzah Haz sama sekali tidak berutang." Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi adanya tudingan bahwa rombongan besar Hamzah berangkat atas nama negara. Ini pula yang membuat Sekretariat Wakil Presiden segera bereaksi. Seperti kata Nizar Mahyudin, "Bila itu memang betul-betul terjadi, tudingan miring pasti akan mengarah ke kami."
A. Manan, Retno S., Dedy Sinaga (Tempo News Room)
|